Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Luas Tanam Tembakau Temanggung Capai 13.391 Hektare, Produksi Diproyeksi Hampir 9 Ribu Ton

Devi Khofifatur Rizqi • Selasa, 14 Juli 2026 | 17:36 WIB
Kabid Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan, Sumarno. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)
Kabid Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan, Sumarno. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Luas tanam tembakau di Kabupaten Temanggung pada musim tanam 2026 mencapai 13.391 hektare.

Dengan luasan tersebut, produksi rajangan kering tahun ini diproyeksikan menembus 8.971,97 ton atau setara produktivitas rata-rata 0,67 ton per hektare.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan (DKP3) Kabupaten Temanggung, Sumarno, mengatakan, luasan tersebut terdiri atas 8.925,7 hektare tembakau tegalan dan 4.465,3 hektare tembakau sawah.

"Kalau produktivitasnya seperti tahun kemarin, yakni sekitar 0,67 ton per hektare, dengan luas tanam 13.391 hektare maka perkiraan produksinya mencapai 8.971,97 ton rajangan kering," ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Sumarno menyebut, Kecamatan Kledung masih menjadi sentra tembakau terbesar di Kabupaten Temanggung.

Yakni dengan luas tanam mencapai 1.880 hektare.  Disusul Kecamatan Ngadirejo seluas 1.348 hektare, Kecamatan Bulu 1.340 hektare, Kecamatan Kedu 1.157 hektare, serta Kecamatan Tlogomulyo seluas 1.147,5 hektare.

Baca Juga: Dewan dan Petani Tembakau Temanggung Tolak PP 28, Siap Berkemah di Jakarta Kawal Aspirasi

Dominasi tembakau tegalan menunjukkan karakteristik budidaya tembakau Temanggung, yang sebagian besar berkembang di lahan kering dan kawasan lereng pegunungan.

Memasuki musim kemarau, DKPPP terus melakukan pemantauan kondisi tanaman di lapangan. Tanaman yang ditanam lebih awal dinilai memiliki pertumbuhan lebih baik karena telah memasuki fase vegetatif yang optimal.

"Tanaman yang sudah besar relatif aman. Yang perlu menjadi perhatian adalah tanaman yang terlambat tanam. Selama masih ada sumber air, petani diharapkan melakukan penyiraman agar pertumbuhan tanaman tetap terjaga," kata Sumarno.

Ia mengimbau, percepatan masa tanam yang sebelumnya disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terbukti membantu petani menghadapi musim kemarau.

Tanaman yang mulai ditanam sejak April menunjukkan kondisi lebih baik dibandingkan tanaman yang ditanam belakangan.

"Tapi soal ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama yang menentukan produktivitas maupun kualitas tembakau," jelasnya.

Karena itu, petani diminta memanfaatkan sumber air yang tersedia dan terus memantau perkembangan cuaca selama musim kemarau berlangsung.

Selain itu, panen tembakau diperkirakan mulai berlangsung pada Agustus 2026. 

Di sejumlah wilayah sudah ada petani yang memulai panen secara terbatas. Sedangkan tanaman di kawasan dataran tinggi masih berada dalam tahap pertumbuhan.

"Pemerintah Kabupaten Temanggung berharap luas tanam yang tinggi pada musim ini mampu menghasilkan produktivitas dan kualitas tembakau yang optimal. Sehingga daya saing tembakau Temanggung tetap terjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," tambah Sumarno. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
rajangan kering luas lahan tembakau DKP3 Kabupaten Temanggung produksi tembakau sumarno