RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Frekuensi kebakaran di Kabupaten Temanggung meningkat selama Juli 2026.
Hingga pertengahan bulan, Damkar Temanggumg mencatat, sudah terjadi 11 kasus kebakaran. Sehingga total kejadian sejak Januari 2026 mencapai 55 kali.
Kasi Pemadaman, Penyelamatan, dan Evakuasi Damkar Temanggung, Edi Irwanto, mengatakan, sebagian besar kebakaran bangunan rumah dipicu korsleting listrik dan tungku dapur yang ditinggalkan saat pemilik beraktivitas.
"Khusus Juli sudah terjadi 11 kali kebakaran. Dari Januari sampai sekarang totalnya 55 kejadian. Penyebab kebakaran rumah sebagian besar karena korsleting listrik dan tungku atau aktivitas memasak yang ditinggal," katanya, Selasa (14/7/2026).
Selain kebakaran bangunan, Edi juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca Juga: Korsleting, Toko di Jumo Temanggung Ludes Terbakar, Kerugian Korban Capai Rp200 Juta
Menurutnya, cuaca panas yang melanda Temanggung dalam beberapa waktu terakhir membuat risiko kebakaran lahan semakin tinggi.
"Sekarang yang harus diwaspadai juga kebakaran lahan karena cuaca panas cukup tinggi. Karhutla sudah beberapa kali terjadi di Temanggung," ujarnya.
Sementara itu, peristiwa kebakaran terbaru terjadi di Dusun Campursari RT 03 RW 03, Desa Tambaksari, Kecamatan Ngadirejo, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 08.00. Api menghanguskan bagian dapur dua rumah milik Harjo Trisno dan Samsul Maarif.
Dari laporan Damkar, api diduga berasal dari tungku dapur. Kebakaran pertama kali diketahui Titin Wariati saat melihat kobaran api telah membakar atap dapur.
Ia kemudian berteriak meminta pertolongan warga sehingga pemadaman awal dapat dilakukan sebelum petugas tiba.
Tim Damkar Pos Candiroto menerima laporan pukul 08.11 dan mengerahkan 10 personel dengan dukungan dua unit mobil pemadam serta satu mobil tangki air.
Meski lokasi cukup jauh dengan medan menanjak, petugas tiba sekitar 19 menit kemudian.
"Saat tiba di lokasi, api telah berhasil dipadamkan warga. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk mencegah api kembali menyala," jelas Edi Irwanto.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kebakaran mengakibatkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta dan berdampak pada dua kepala keluarga dengan enam jiwa. Sementara empat bangunan di sekitar lokasi berhasil diselamatkan dengan nilai aset diperkirakan sekitar Rp600 juta.
Dengan kondisi cuaca kemarau kering, Damkar Temanggung mengimbau masyarakat memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman. Serta tidak meninggalkan tungku atau kompor saat masih menyala.
"Jangan melakukan pembakaran terbuka di musim kemarau guna mencegah meningkatnya kasus kebakaran," kata Edi. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo