RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Puluhan warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Temanggung mengikuti pelatihan keterampilan merajut. Hal ini sebagai program pembinaan kemandirian.
Pelatihan merajut ini diikuti wargan binaan perempuan maupun laki-laki. Sebagai bentuk pemberian kesempatan yang sama untuk mengembangkan keterampilan tanpa membedakan gender.
Kepala Rutan Kelas IIB Temanggung, Hendra Prastya Nugraha mengatakan, pembinaan tidak hanya berorientasi pada aktivitas selama berada di dalam rutan.
Tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar mampu mandiri saat kembali ke tengah masyarakat.
"Kami ingin mereka tidak hanya memperoleh kemampuan baru, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan semangat untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat," ujarnya Kamis (9/7/2026).
Baca Juga: Warga Binaan Rutan Kantongi Sertifikat Barista, Jadi Modal Cari Kerja Setelah Bebas
Dalam pelatihan, peserta mendapatkan materi. Mulai dari teknik dasar merajut hingga pembuatan berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual. Seluruh proses pembelajaran didampingi instruktur ahli.
Menurut Hendra, keterampilan merajut dipilih karena relatif mudah dipelajari. Selain itu dikerjakan secara mandiri, serta memiliki peluang pasar yang cukup luas.
Produk hasil rajutan dikembangkan menjadi berbagai kerajinan, seperti tas, dompet, aksesori, hingga perlengkapan rumah tangga.
"Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan bisa menjadi bekal untuk mencari penghasilan secara mandiri.
Sehingga proses reintegrasi sosial berjalan lebih baik dan mereka dapat kembali diterima di masyarakat," katanya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo