RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Temanggung kini memiliki bekal baru untuk memasuki dunia kerja.
Setelah mengikuti pelatihan barista, mereka memperoleh sertifikat kompetensi. Itu bisa menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan di industri kopi maupun kuliner ketika bebas nanti.
Pelatihan tersebut bagian dari program pembinaan kemandirian yang diselenggarakan Rutan Temanggung. Kegiatan ini membekali warga binaan dengan keterampilan produktif, sebelum kembali ke masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIB Temanggung Hendra Prastya Nugraha mengatakan, pelatihan dirancang agar warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana.
Melainkan memiliki keahlian yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau membuka usaha setelah bebas.
Baca Juga: Warga Binaan Rutan Temanggung Panen Bawang Merah, Jadi Bekal Kemandirian Usai Bebas
"Pelatihan ini menjadi bekal bagi warga binaan. Ketika nanti mereka bebas, mereka punya keterampilan dan keahlian. Sehingga bisa bermanfaat saat kembali ke masyarakat," kata Hendra, Senin (6/7/2026).
Selama pelatihan, peserta mempelajari teknik meracik berbagai jenis minuman. Mulai dari espresso, latte art, hingga minuman berbasis susu.
Warga binaan juga dikenalkan dengan pembuatan minuman nonkopi atau mocktail, yang biasa disajikan di kafe-kafe.
Selain meracik minuman, peserta memperoleh materi mengenai manajemen kedai kopi. Termasuk pelayanan pelanggan, serta standar operasional usaha kafe.
"Bekal itu diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mereka untuk bekerja di industri jasa," tambah Karutan.
Salah satu peserta, Denis Bastian, mengaku, pelatihan ini membuka peluang baru bagi dirinya setelah bebas nanti.
Menurutnya, profesi barista memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Lantaran saat ini kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut masih tinggi.
"Syarat untuk menjadi barista relatif mudah. Jadi pelatihan ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk saya ikuti," akunya.
Sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang telah dikuasai, seluruh peserta yang menyelesaikan pelatihan menerima sertifikat kompetensi. Itu bisa digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri warga binaan.
Sekaligus memperbesar peluang mereka memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan masa pidana.
"Iya, saya juga dapat sertifikat. Bisa buat daftar kerja jadi barista nanti kalau sudah bebas," beber Dennis. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo