RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung mulai merealisasikan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di tiga desa.
Program senilai Rp3 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) ini ditargetkan mampu melayani sebanyak 729 sambungan rumah.
Pembangunan SPAM dilaksanakan di Desa Tuksari Kecamatan Kledung, Bandunggede Kecamatan Kedu, serta Desa Gedongsari, Kecamatan Jumo. Kontrak pekerjaan telah dimulai pada 22 Juni 2026.
"Dari anggaran DAK kami mendapatkan total Rp3 miliar untuk pembangunan atau peningkatan perpipaan air minum di tiga titik. Nah, program ini dapat melayani 729 sambungan rumah," kata Kepala DPUPR Kabupaten Temanggung Hendy Wahyu Nurhidayat, Senin (6/7/2026).
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, DPUPR Kebut Perbaikan Jalan Sepanjang 40 Km di Wilayah Temanggung
Pembangunan dimulai dari pemanfaatan sumber mata air dengan membangun bak penangkap (ground capturing). Selanjutnya air dialirkan melalui jaringan perpipaan menuju permukiman warga.
Berbeda dengan sistem gravitasi, seluruh sumber mata air yang dimanfaatkan, berada di posisi lebih rendah dari wilayah pelayanan.
"Karena itu, distribusi air membutuhkan pompa listrik untuk mengalirkan air, menuju bak penampungan sebelum disalurkan ke rumah-rumah warga lewat pompa," jelas Hendy.
Adapun soal pompa, akan disediakan Pemkab Temanggung yang nantinya diserahkan kepada Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM) di masing-masing desa.
Menurut Hendy, KPSPAM akan mendapatkan pendampingan agar mampu mengelola sistem air minum secara mandiri.
Pengelola akan dilatih menghitung besaran iuran pelanggan untuk menutup biaya listrik.
Termasuk operasional pompa, pemeliharaan jaringan, hingga perbaikan apabila terjadi kebocoran atau kerusakan pipa. "Harapannya sistem ini bisa dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat," ujarnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo