RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Temanggung mulai memverifikasi proposal pengajuan dana hibah dari seluruh cabang olahraga (cabor). Langkah ini untuk memastikan penggunaan anggaran sesuai aturan.
Ketua KONI Kabupaten Temanggung, Tunggul Purnomo mengatakan, verifikasi menjadi tahapan wajib sebelum dana hibah dari APBD dicairkan kepada masing-masing cabor.
"Dana ini akan disalurkan kepada seluruh cabor yang sudah memiliki kepengurusan sah, yakni memiliki SK dari pengurus provinsi. Karena berasal dari APBD, seluruh penggunaannya harus dipertanggungjawabkan sesuai aturan perundang-undangan," katanya Minggu (5/7/2026).
Makanya, untuk mendapatkan dana tersebut, setiap cabang olahraga diwajibkan menyusun proposal.
Itu memuat rencana penggunaan anggaran secara rinci. Selanjutnya diverifikasi oleh tim KONI. Sehingga alokasi dana benar-benar sesuai ketentuan.
Dalam hal ini, KONI Temanggung telah menetapkan komposisi penggunaan dana hibah.
Yakni 70 persen untuk pembinaan dan peningkatan prestasi atlet, sedangkan 30 persen dapat dimanfaatkan untuk operasional organisasi.
"Jangan sampai porsi 70 persen yang seharusnya untuk peningkatan prestasi justru digunakan untuk operasional. Kalau seperti itu harus dikoreksi," tegas Tunggul Purnomo.
Hasil verifikasi tim, akan ditelaah kembali oleh Ketua dan pengurus harian KONI. Itu sebelum diajukan untuk proses pencairan dana hibah. Pada 2026, KONI Temanggung menerima dana hibah sebesar Rp2,5 miliar.
Nilai hibah tahun ini lebih kecil dibanding beberapa tahun sebelumnya sekitar Rp4 miliar. Meski demikian, kondisi tersebut diupayakan tidak mengurangi kualitas pembinaan atlet.
"Memang anggarannya turun. Bisa saja menjadi hambatan, tetapi juga bisa diatasi. Karena itu verifikasi dilakukan sangat ketat agar dana pembinaan benar-benar dipakai untuk meningkatkan prestasi atlet, bukan habis untuk operasional," kata Tunggul.
Menjelang Porprov Jawa Tengah pada Oktober mendatang, KONI Temanggung menyerahkan penyusunan program pembinaan kepada masing-masing cabang olahraga.
"KONI tidak mengatur teknis latihan, tetapi menyerap kebutuhan dari cabor. Apakah perlu training center, pelatih tambahan, atau latih tanding, semua disesuaikan dengan kebutuhan mereka agar prestasi atlet bisa terus meningkat," tandas Tunggul. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo