RADARMAGELANG.ID, Temanggung -Bupati Temanggung Agus Setyawan memastikan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap belanja operasional RSUD Temanggung.
Itu menyusul sorotan DPRD terkait efisiensi pengelolaan anggaran rumah sakit.
Menurut Agus, belanja operasional RSUD memang masih menjadi perhatian.
Namun, ia menegaskan, kondisi tersebut bukan berarti terjadi pembengkakan anggaran.
Melainkan masih belum sesuai dengan harapan DPRD.
"Kalau dibilang membengkak sih tidak. Cuma memang masih belum sesuai dengan apa yang diharapkan kawan-kawan di dewan," kata Agus Setyawan, usai paripurna DPRD.
Agus menyebut, evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap RSUD Temanggung.
Tetapi juga mencakup badan usaha milik daerah (BUMD) lainnya, termasuk Perumda Air Minum (PDAM).
Pemkab akan menelaah struktur belanja operasional masing-masing untuk mengetahui pos-pos pengeluaran yang masih dapat dihemat.
"Kita akan melakukan presentasi terhadap programnya, tidak hanya RSUD. Tadi juga sudah ke aneka usaha, PDAM juga kita akan melihat operasionalnya bersama.
Kalau memang harus diefisiensi ya harus efisiensi. Pengeluaran-pengeluaran yang mungkin tidak perlu ya harus kita hilangkan," ujarnya.
Saat ditanya mengenai persentase belanja pegawai di RSUD Temanggung, Agus mengaku belum menghafal rinciannya.
"Waduh, saya enggak hafal (presentase belanja)," tambah Agus.
Sebelumnya, DPRD Temanggung menyoroti tingginya belanja barang dan jasa serta belanja operasional BLUD RSUD Temanggung, yang dinilai belum efisien.
Badan Anggaran DPRD meminta dilakukan koreksi terhadap struktur belanja. Sehingga pengelolaan keuangan rumah sakit menjadi lebih sehat.
Selain itu, DPRD juga meminta perencanaan belanja modal, khususnya pengadaan alat kesehatan, disusun secara berkelanjutan.
Hal senada disampaikan Fraksi PKB DPRD Temanggung. Mereka menilai tingginya biaya operasional berpotensi memengaruhi daya saing RSUD dibanding rumah sakit swasta apabila tidak segera dilakukan pembenahan. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo