RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Dr. Suharyanto, memastikan jembatan bailey yang dipasang untuk menggantikan jembatan putus di Dusun Banjaran, Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, akan menjadi aset Pemerintah Kabupaten Temanggung.
Hal tersebut disampaikan Suharyanto saat meninjau sekaligus meresmikan penggunaan jembatan bailey di Plosogaden, Candiroto, Jumat (3/7/2026).
Ia menyebut, pemasangan jembatan bailey merupakan bentuk respons cepat BNPB bersama TNI dalam penanganan darurat bencana. Sehingga akses masyarakat segera kembali normal.
"Begitu ada jembatan putus, kami langsung berkoordinasi dengan TNI. BNPB dengan Mabes TNI dan TNI Angkatan Darat sudah memiliki kerja sama. Sehingga pemasangan jembatan bisa dilakukan dengan cepat," katanya di hadapan warga setempat.
Baca Juga: Jembatan Bailey Plosogaden Temanggung Rampung, Akses Warga Kembali Terhubung
Ke depan, pemerintah daerah dapat memutuskan apakah jembatan itu tetap digunakan, disimpan sebagai aset cadangan, atau diganti dengan jembatan permanen.
"Kalau nanti mau diganti permanen, jembatan bailey bisa dicabut dan menjadi aset kabupaten. Kalau ingin tetap digunakan berdampingan dengan jembatan permanen juga boleh," ujarnya.
Kendati demikian, Suharyanto menegaskan, pembangunan jembatan permanen memerlukan proses yang berbeda. Lantaran harus melalui mekanisme usulan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi kepada BNPB.
Maka, ia meminta Pemkab Temanggung terus mengawal proses administrasi agar usulan tersebut segera terealisasi.
"Semakin lambat usulan, semakin lambat pelaksanaan di lapangan. Kalau segera diproses, paling lambat tahun 2027 anggarannya bisa turun dan pembangunan bisa langsung dikerjakan," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan menyampaikan apresiasi atas respons cepat BNPB. Respons ini membuat akses warga kembali pulih hanya dalam waktu singkat setelah bencana.
"Gerak cepat negara benar-benar hadir ketika kami mengalami bencana. Terima kasih atas bantuannya sehingga putusnya jembatan menuju Dusun Banjaran dapat segera ditangani dan hari ini sudah bisa dilalui kembali," ujarnya.
Jembatan di Dusun Banjaran tersebut merupakan akses utama masyarakat. Saat jembatan putus, aktivitas warga, termasuk sekolah dan perekonomian, terganggu.
Kini, jembatan bailey bisa difungsikan oleh warga Plosogaden dan sekitarnya. Akses ini mempermudah dalam beraktivitas. Hal itu diakui seorang warga bernama Imam.
Ia mengaku keberadaan jembatan bailey sangat membantu aktivitas masyarakat. Terutama bagi petani yang saat ini memasuki masa panen kopi.
"Jembatan ini sangat membantu karena sekarang sedang musim panen kopi. Akses sudah lancar lagi sehingga hasil panen bisa dibawa keluar dengan lebih mudah," akunya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo