RADARMAGELANG.ID,Temanggung — Ratusan jamaah lanjut usia (lansia) dari berbagai wilayah mengikuti suluk (khalwat) Suro di Pondok Pesantren Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) Mujahidin, Kabupaten Temanggung.
Khalwat adalah mengasingkan diri.
Para jamaah di atas 50 tahun ini mengurangi aktivitas duniawi pada 1 hingga 10 Sura untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT di ponpes tersebut.
Tradisi Suluk Suro di Ponpes TQN Mujahidin telah berlangsung sejak masa pendiri pondok, KH Mandhur, seorang ulama sekaligus tokoh perjuangan Barisan Bambu Runcing Parakan.
Tradisi tersebut kemudian diteruskan oleh KH Achmad Bandanudji dan kini dirawat oleh KH Musa Effendy bersama Gus Noor Muhammad Ayyub.
“Suluk Muharram ini berfokus pada pembersihan hati dari sifat-sifat tercela dan melakukan muhasabah.
Dalam tradisi TQN, hubungan rohani dengan mursyid menjadi bagian penting untuk membimbing perjalanan spiritual jamaah,” jelas Pengasuh Ponpes TQN Mujahidin, Gus Noor Muhammad Ayyub.
Gus Noor berharap, tradisi suluk yang telah berjalan turun-temurun tetap dapat dilestarikan.
"Ini sebagai ruang pembinaan spiritual sekaligus penguatan nilai keagamaan di tengah masyarakat," tandasnya.
Bupati Temanggung Agus Setyawan hadir bersama istrinya, Panca Dewi hadir di ponpes tersebut.
Menurutnya, semangat para jamaah untuk terus ngangsu kawruh dan menjaga ajaran para ulama terdahulu, menjadi teladan penting bagi masyarakat.
“Saya ikut berbahagia karena panjenengan semua masih berkenan melanjutkan dan menjaga apa yang dahulu diwasiatkan oleh Simbah Mandhur.
Majelis seperti ini luar biasa karena mengarahkan kita agar selamat di dunia dan akhirat,” kata Agus, Jumat (26/6/2026). (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo