RADARMAGELANG.ID, Temanggung – Program sekolah swasta gratis melalui jalur kemitraan yang dibiayai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Temanggung.
Program kemitraan yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi ini benar-benar membantu masyarakat tidak mampu. Kebahagiaan terpancar dari calon siswa SMA PGRI Kabupaten Temanggung, Natasha Apriani.
Gadis berusia 15 tahun mengaku senang bisa diterima di SMA PGRI Temanggung melalui jalur kemitraan.
Kamis (25/6/2026) pagi jam 08.00 telah mendaftar ulang di sekolah tersebut. Ia telah mantap mengikuti pendidikan di SMA tersebut untuk mewujudkan cita-citanya menjadi perawat.
“Senang, enggak menyangka bisa sekolah gratis. Saya nanti ingin lanjut kuliah di keperawatan. Ingin jadi perawat. Semoga nanti ada jalan yang memudahkan mencapai cita-cita,” ujarnya ketika ditemui di rumahnya di Desa Mudal Kecamatan/Kabupaten Temanggung.
Sang ibu, Ririn Suryani, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya melihat bungsunya siap menempuh pendidikan SMA secara gratis.
Baca Juga: Gubernur Luthfi Peluk Siswi Miskin Brebes yang Menangis Bisa Sekolah Gratis
Maklum ia sehari-hari adalah ibu rumah tangga, sementara sang suami bekerja serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Ririn tak menyangka anaknya bisa sekolah tanpa dipungut biaya.
“Pertama kaget, alhamdulillah dapat rezeki seperti ini. Anak saya bisa melanjutkan sekolah seperti teman-temannya tanpa memikirkan biaya,”kata ibu dua anak itu dengan mata berbinar bahagia.
Sebelumnya, ia berkecil hati. Tak punya biaya untuk menyekolahkan anaknya. Alhasil, mendapat informasi sekolah gratis, ia mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut.
"Ini rejeki bagi kami. Karena saya cuma IRT dan suami saya kerja serabutan," ujarnya terharu.
Pada hari terakhir daftar ulang, Kamis (25/6/2026), antusias calon peserta didik dan orang tua terlihat di sejumlah sekolah swasta mitra.
Di SMA PGRI Temanggung, dari kuota 36 siswa jalur kemitraan, hingga hari terakhir daftar ulang tercatat 18 siswa telah memastikan bergabung.
Program ini menjadi tahun kedua pelaksanaan kerja sama sekolah swasta dengan Pemprov Jateng.
Operator Dapodik SMA PGRI Temanggung, Bagus Adi Cahyono mengatakan, jumlah pendaftar tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Namun, ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa program kemitraan memberikan pendidikan gratis hingga lulus.
“Program kemitraan ini sebenarnya sekolah gratis dari kelas 1 sampai kelas 3. Banyak anak yang masih bertanya apakah ada keringanan biaya, padahal memang gratis dari pemerintah provinsi,” ujarnya.
Menurut Bagus, selain bebas biaya pendidikan, sekolah juga memberikan fasilitas tambahan berupa bebas uang gedung dan bantuan tiga set seragam bagi siswa baru.
"Kami berharap ada perpanjangan waktu agar lebih banyak siswa dari keluarga kurang mampu dapat terakomodasi dan angka putus sekolah di Temanggung bisa ditekan," harapnya.
Sementara itu di SMK Swadaya Temanggung, antusiasme juga terlihat tinggi. Dari kuota 36 siswa jalur afirmasi kemitraan, hingga hari terakhir daftar ulang tercatat 31 siswa telah melakukan registrasi ulang dan sisanya masih menunggu proses akhir.
Waka Kurikulum SMK Swadaya Temanggung, Rejeki Wulandari menjelaskan, seluruh pembiayaan siswa jalur kemitraan ditanggung melalui skema bantuan pemerintah.
“Untuk pembiayaan gratis semua, baik dari dana pembangunan sekolah maupun biaya pendidikan. Pelayanan pembelajaran juga sama dengan siswa reguler,” katanya.
Meski dalam sistem hanya tercantum satu pilihan jurusan, sekolah tetap memberi keleluasaan kepada siswa untuk menyesuaikan minat dan bakat setelah proses daftar ulang.
"Kami tidak membedakan. Siswa dari jalur manapun mendapat fasilitas dan pelayanan yang sama di sekolah," katanya.
Program sekolah swasta gratis ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperluas akses pendidikan menengah.
Terutama bagi siswa dari keluarga kategori desil 1 hingga desil 4 agar tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo