Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Jembatan Bailey Plosogaden Temanggung Rampung, Akses Warga Kembali Terhubung

Devi Khofifatur Rizqi • Rabu, 24 Juni 2026 | 18:29 WIB
Jembatan bailey di Plosogaden, Candiroto Temanggung mulai dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas. (Istimewa)
Jembatan bailey di Plosogaden, Candiroto Temanggung mulai dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas. (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Penanganan darurat pasca putusnya jembatan penghubung di Dusun Banjaran, Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto akhirnya rampung.

Jembatan bailey yang dibangun sebagai akses sementara kini sudah selesai dan mulai dimanfaatkan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto, mengatakan, pembangunan jembatan darurat tersebut telah diselesaikan pada 22 Juni 2026.

Alhamdulillah progres jembatan sudah selesai. Untuk Jembatan Bailey penanganan darurat di Desa Plosogaden, Dusun Banjaran, sudah selesai dan tim Zipur 4 Kodam IV/Diponegoro juga telah kembali ke satuan,” ujarnya Rabu (24/6/2026).

Pemerintah daerah akan melakukan pengecekan lokasi bersama BNPB. Sebelum proses pengoperasian secara resmi dilakukan sesuai arahan dari pemerintah pusat.

Kendati demikian, jembatan tersebut sudah mulai dimanfaatkan masyarakat. Lantaran sebelumnya akses utama benar-benar terputus akibat kerusakan jembatan lama.

Baca Juga: Jembatan Bailey BNPB Jadi Harapan Baru Warga Plosogaden Temanggung: Akses Sekolah dan Ekonomi Lancar Lagi

“Sudah langsung dimanfaatkan karena jembatan yang lama rusak total dan tidak bisa dilewati. Yang jembatan sementara dari pohon itu juga sudah tidak dilewati," katanya.

Totok menjelaskan, jembatan bailey dirancang sebagai solusi sementara hingga pembangunan jembatan permanen dapat direalisasikan.

Pemerintah Kabupaten Temanggung juga telah mengajukan permohonan bantuan pembangunan jembatan permanen melalui skema hibah rehabilitasi dan rekonstruksi (hibah rekon) kepada BNPB.

Namun realisasinya masih menunggu proses dan penyesuaian dengan usulan penanganan infrastruktur lainnya.

Dikatakan, secara teknis, jembatan darurat tersebut memiliki panjang sekitar 18 meter dengan lebar sekitar 3,6 meter dan dapat dilalui kendaraan ringan.

Untuk kapasitas operasional yang disarankan maksimal 5 ton. Meskipun secara konstruksi mampu menahan beban lebih besar.

“Untuk kendaraan seperti L300 dan angkutan hasil pertanian seperti kopi maupun kayu masih bisa memanfaatkan jembatan ini,” jelasnya.

Berfungsinya kembali jalur penghubung tersebut, aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di Dusun Banjaran diharapkan kembali berjalan normal sembari menunggu pembangunan jembatan permanen. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#jembatan bailey plosogaden #dimanfaatkan warga #akses terhubung lagi