RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Sensus Ekonomi 2026 di wilayah Kabupaten Temanggung dimulai.
Pemerintah Kabupaten Temanggung menekankan pentingnya akurasi dan kredibilitas data untuk arah pembangunan daerah.
Bupati Temanggung Agus Setyawan menegaskan, hasil sensus ekonomi ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Menurutnya, sensus kali ini menjadi momentum penting. Lantaran kembali dilaksanakan setelah terakhir digelar pada 2016.
Terlebih, pelaksanaan sensus tahun ini juga akan mencakup sektor pertanian. Sehingga diharapkan menghasilkan gambaran ekonomi yang lebih utuh.
“Harapannya para petugas betul-betul mencari responden yang kredibel, jujur, turun langsung ke lapangan. Sehingga output yang dihasilkan benar-benar data yang akurat," katanya di Pendopo Jenar Setda Temanggung, Senin (15/6/2026).
Agus menyebut, data sensus ekonomi menjadi salah satu instrumen perencanaan pembangunan ke depan.
Itu sekaligus alat evaluasi pembangunan yang sudah berjalan. Agus juga meminta adanya penguatan koordinasi dan sosialisasi sebelum petugas mulai melakukan pendataan.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Temanggung, Henri Wagiyanto, menjelaskan, pendataan dilakukan melalui dua metode.
Tahap pertama dilakukan secara daring mulai Mei hingga Juli untuk perusahaan besar.
Melalui tautan pengisian mandiri yang dikirim melalui email.
Selanjutnya, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, petugas akan turun langsung melakukan pendataan dari pintu ke pintu.
“Petugas akan mendatangi bangunan satu per satu, baik rumah tinggal maupun tempat usaha. Tujuannya agar seluruh aktivitas usaha, mulai mikro, kecil, menengah hingga besar bisa terdata tanpa ada yang tertinggal,” jelasnya.
BPS juga memastikan cakupan sensus kali ini lebih luas.
Lantaran turut memasukkan sektor ekonomi pertanian yang belum tercakup secara menyeluruh pada sensus sebelumnya.
Di Kabupaten Temanggung, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melibatkan 925 petugas. Terdiri dari 814 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 111 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML).
Mereka akan menyasar seluruh wilayah yang telah dibagi berdasarkan satuan lingkungan setempat (SLS). (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo