RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Harapan warga Dusun Banjaran, Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, untuk kembali memiliki akses transportasi yang layak mulai terwujud.
Bantuan jembatan darurat jenis bailey dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai direalisasikan. Jembatan ini untuk menggantikan Jembatan Kalijaran yang putus akibat bencana pada 16 Mei lalu.
Jembatan penghubung antardesa ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Terutama bagi petani kopi yang selama hampir satu bulan terakhir kesulitan mengangkut hasil panen akibat terputusnya akses utama.
Kepala Desa Plosogaden, Sutarno mengatakan, ambruknya Jembatan Kalijaran berdampak besar terhadap mobilitas warga.
Selama ini masyarakat hanya mengandalkan jalur darurat yang dibuat secara swadaya menggunakan batang kelapa.
“Karena Jembatan Kalijaran ini satu-satunya akses keluar masuk warga Dusun Banjaran untuk mengangkut hasil panen kopi dan kegiatan sehari-hari. Masyarakat sangat lega, mudah-mudahan proses pembangunan jembatan Bailey dari BNPB yang dipasang oleh bapak-bapak TNI ini berjalan lancar tanpa kendala,” ujarnya Jumat (12/6/2026).
Menurut Sutarno, jalur darurat yang dibangun warga hanya dapat dilalui sepeda motor.
Itu pun secara bergantian. Sehingga, tidak mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara optimal.
"Jalan darurat itu cuma pakai batang kelapa. Jadi penggunaannya harus gantian. Gak bisa diakses mobil juga," katanya.
Sementara, Bupati Temanggung Agus Setyawan, menyebut, pemulihan akses di Plosogaden menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Lantaran menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan roda perekonomian desa.
Ia menegaskan, keberadaan jembatan sementara ini diharapkan mampu mengembalikan kelancaran distribusi hasil pertanian.
Itu sekaligus memudahkan aktivitas warga menuju sekolah, pasar maupun pusat pelayanan lainnya.
“Yang penting aksesnya sudah tersambung terlebih dahulu agar bisa dilewati masyarakat maupun kendaraan roda empat,” katanya.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, menjelaskan, bantuan jembatan bailey dari BNPB dapat diperoleh dalam waktu relatif cepat. Yakni setelah pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat bencana.
Kurang dari 24 jam pascakejadian, Pemkab Temanggung langsung mengajukan permohonan bantuan ke BNPB.
Kemudian mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Komisi VIII DPR RI.
“Teknis perakitan jembatan dilakukan oleh personel Yonzipur 4/Tanpa Kawandya Banyubiru. Hari pertama kemarin fokus pada pembersihan dan penyingkiran sisa material jembatan yang ambruk bersama masyarakat,” jelasnya.
Totok menambahkan, keberadaan jembatan bailey menjadi solusi yang sangat penting. Yakni untuk memulihkan konektivitas wilayah sebelum pembangunan jembatan permanen dilakukan.
"Targetnya bulan ini bisa dilalui. Semoga pengerjaan lancar tanpa kendala," tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo