RADARMAGELANG.ID, Temamggung- Lonjakan jumlah pendaki Gunung Sindoro melalui jalur Kledung saat libur panjang membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Kondisi itu membuat perputaran uang dari aktivitas pendakian diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
Ketua Basecamp Grasindo Temanggung, Ryan Indra Prayuda, mengatakan sekitar 2.500 pendaki tercatat melakukan pendakian melalui jalur Kledung selama libur panjang Iduladha kemarin.
Ribuan pendaki tersebut turut menggerakkan berbagai sektor usaha warga.
Mulai dari jasa ojek, parkir, penyewaan perlengkapan, penginapan hingga kuliner.
"Keseluruhan selama long weekend kemarin ada sekitar 2.500 pendaki. Perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp2 miliar," ujarnya Minggu (7/6/2026).
Menurut Ryan, manfaat ekonomi dari aktivitas wisata pendakian dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Saat ini, pengelolaan Basecamp Grasindo melibatkan 42 warga lokal.
Selain itu, sekitar 60 warga lainnya tergabung dalam komunitas ojek pendakian yang melayani wisatawan.
Ia menilai perkembangan wisata pendakian Sindoro tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi.
Tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat di kawasan lereng gunung.
"Harapannya masyarakat semakin berkembang, berwawasan, dan sejahtera dengan adanya aktivitas wisata ini," katanya.
Mayoritas pendaki yang menginap atau camping berasal dari wilayah Jabodetabek.
Sementara pendaki yang memilih tektok atau naik turun dalam satu hari didominasi wisatawan dari Jawa Tengah dan kawasan Kedu Utara.
Tingginya kunjungan wisatawan juga diimbangi dengan peningkatan fasilitas di kawasan pendakian.
Pengelola baru saja menambah shelter istirahat dan musala di area camping. Hal itu untuk menunjang kenyamanan para pendaki.
Selama libur panjang, aktivitas pendakian berlangsung relatif aman.
Tidak ada laporan kecelakaan maupun evakuasi darurat.
Hanya beberapa pendaki yang mengalami kedinginan akibat suhu rendah di kawasan puncak.
"Alhamdulillah aman. Ada beberapa yang melaporkan kedinginan, tetapi tidak sampai perlu evakuasi," jelas Ryan.
Untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas pendakian, tim relawan dan Tim Reaksi Cepat (TRC) tetap disiagakan. Personel juga rutin menjaga kondisi fisik dengan berolahraga dan mengikuti berbagai kegiatan luar ruang seperti trail run.
Ryan mengingatkan, agar para pendaki mempersiapkan perlengkapan dan logistik secara matang sebelum mendaki.
Mengingat kondisi cuaca dan alam pegunungan yang sulit diprediksi.
Pendaki disarankan membawa cadangan kebutuhan untuk setidaknya satu hari tambahan.
Saat ini, tarif registrasi pendakian Gunung Sindoro via Kledung sebesar Rp35 ribu per orang.
"Tarif itu sudah mencakup tiket kawasan Perhutani dan fasilitas pendukung yang tersedia di jalur pendakian. Untuk ojek dan lainnya beda lagi," tambah Ryan. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo