RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Tujuh kecamatan di Kabupaten Temanggung tidak memiliki Sekolah Menengah Atas (SMA). Maka, Pemkab Temanggung meminta agar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan pemerataan pendidikan di Kota Tembakau ini.
Persoalan tersebut disampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Pengayoman Temanggung, kemarin.
Tujuh kecamatan yang belum memiliki SMA negeri maupun swasta adalah Kecamatan Gemawang, Wonoboyo, Tretep, Tlogomulyo, Selopampang, Kledung, dan Bejen.
Kondisi itu dinilai menjadi salah satu penyebab masih tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) di wilayah tersebut.
"Tujuh kecamatan itu blank spot. Sama sekali tidak ada sekolah SMA. Setelah kami sampaikan, tadi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menyatakan siap membangunkan sekolah, tinggal Pemkab menyediakan lahannya," kata bupati.
Agus mengatakan, pemerintah daerah kini mulai menginventarisasi lokasi yang dinilai paling strategis. Untuk pembangunan sekolah di wilayah-wilayah yang belum terlayani tersebut.
Menurutnya, kondisi paling memprihatinkan terjadi di wilayah Kecamatan Tretep, Wonoboyo, dan Bejen.
Baca Juga: Jateng Jadi Provinsi Pelopor Pendidikan Koperasi di Sekolah, Bekali 6,38 Juta Siswa
Ketiga kecamatan itu berada cukup jauh dari pusat kota maupun sekolah menengah terdekat.
Jarak ke ibu kota kabupaten sekitar 40 kilometer, sedangkan jarak ke SMK terdekat mencapai 24 kilometer.
Akibatnya banyak anak yang akhirnya masuk sekolah swasta karena kuota zonasi ke SMA terdekat sangat kecil," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah segera melakukan survei di daerah-daerah yang mengalami kekosongan fasilitas pendidikan tingkat menengah.
Luthfi mengatakan, pemerintah provinsi siap membangun SMA maupun SMK baru. Itu manakala kebutuhan sekolah memang mendesak dan pemerintah daerah telah menyediakan lahan.
"Dinas harus melakukan survei untuk mengetahui data putus sekolah dan keberadaan fasilitas pendidikan. Kalau memang diperlukan sekolah negeri dan lahannya tersedia, langsung masukkan dalam anggaran pembangunan," tegasnya.
Diharapkan, pembangunan SMA di wilayah blank spot tersebut nantinya dapat memperluas akses pendidikan.
Termasuk angka putus sekolah, serta mengurangi jumlah anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas di Kabupaten Temanggung. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo