RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Kabar duka datang dari rombongan haji Kabupaten Temanggung.
Seorang jemaah haji lanjut usia, Sudarmi binti Sanusi, 85, warga Dusun Tegal Lurung RT 06 RW 01, Desa Bulu, meninggal dunia di Arab Saudi pada Kamis (4/6/2026).
Keluarga mengenang pesan terakhir almarhumah. Dua hari sebelum wafat, Sudarmi mengaku kerasan selama berada di Tanah Suci.
Diketahui, almarhumah wafat pada 4 Juni 2026 pukul 05.40 waktu Arab Saudi atau sekitar pukul 9.40 WIB.
Menantu almarhumah, Muhammad Dedi Novianto, mengatakan, komunikasi terakhir dengan keluarga terjadi dua hari sebelum Sudarmi wafat.
Baca Juga: Dari Makkah Tiba di Jawa Tengah, Tangis dan Sujud Syukur Warnai Kedatangan Jemaah Haji
Saat itu, kondisi almarhumah masih baik. Bahkan, tampak menikmati rangkaian ibadah haji.
"Terakhir telepon itu beliau bilang kerasan, senang di sana. Saya sempat bilang pulang saja, punya rumah kok. Tapi beliau bilang senang berada di sana (Makkah)," kata Dedi di rumah duka.
Menurut keluarga, sebelum berangkat haji kondisi kesehatan Sudarmi relatif baik. Meski membawa obat rutin, ia tetap mampu beraktivitas secara mandiri. "Sehat, masih bisa beraktivitas sendiri. Tidak ada keluhan sakit yang berarti. Siram (mandi) juga mandiri, tidak dibantu," ujar Dedi.
Sudarmi merupakan jemaah haji asal Temanggung yang tergabung dalam kloter 21 YIA, rombongan 3 regu 12. Ia berangkat melalui kuota prioritas lansia setelah mendaftar haji pada tahun 2020.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Temanggung, Eko Widodo, menjelaskan, almarhumah bisa berangkat lebih cepat karena masuk kategori lanjut usia.
"Beliau lahir tahun 1940 dan saat berangkat usianya lebih dari 85 tahun sehingga masuk kuota prioritas lansia. Alhamdulillah beliau juga didampingi putrinya yang berangkat sebagai pendamping," ujar Eko.
Pendampingnya anak bungsu almarhumah, Bernama Tambeng Riwayanti. Merupakan istri dari Dedi Novianto.
Anaknya tersebut sebenarnya memiliki jadwal keberangkatan reguler pada tahun 2040. Namun, melalui skema pendamping lansia, ia dapat berangkat bersama sang ibu tahun ini.
Eko mengatakan, Sudarmi meninggal dunia di hotel tempat menginap dan tidak dalam kondisi sakit maupun menjalani perawatan rumah sakit.
Meninggalkan tujuh orang anak. Terdiri dua laki-laki dan lima perempuan. Informasi yang kami terima, beliau wafat di hotel. Tidak sedang dirawat di rumah sakit," katanya.
Jenazah almarhumah kemudian dimandikan, disalatkan setelah salat Duhur di Masjidil Haram.
Selanjutnya dimakamkan di Arab Saudi. Lokasi pemakaman berada di antara dua alternatif yang disiapkan otoritas setempat. Yakni komplek pemakaman Ma'la atau Syaraya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo