Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Hasil Otopsi Kasus Kematian Satu Keluarga di Glamping Temanggung Keluar Minggu Ini, Badan Geologi Cek ke Lapangan Terkait Gas Berbahaya

Devi Khofifatur Rizqi • Minggu, 31 Mei 2026 | 16:48 WIB
Kasatreskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra.
Kasatreskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra.

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Polisi masih menunggu hasil autopsi dalam kasus misterius meninggalnya empat wisatawan sekeluarga di kawasan wisata glamping, Kledung, Kabupaten Temanggung. 

Hasil pemeriksaan diperkirakan akan keluar dalam waktu dekat, setelah sebelumnya tim forensik melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap jenazah korban.

Kasatreskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra mengatakan, proses pemeriksaan masih berlangsung dan membutuhkan waktu. Itu karena banyaknya sampel yang diuji.

“Semoga minggu depan ini sudah ada hasil, karena memang yang diperiksa lumayan banyak,” ujarnya saat dihubungi Minggu (31/5/2026).

Baca Juga: Sebelum Ditemukan Meninggal di Tenda Glamping Posong Temanggung, Empat Wisatawan Satu Keluarga Asal Ambarawa Habis Pesta Barbeque

Kendati begitu, Komang menegaskan pihaknya belum dapat memastikan keterkaitan faktor lingkungan sekitar lokasi kejadian dengan dugaan penyebab kematian.

Sebelumnya, polisi memiliki dua dugaan penyebab meninggalnya keempat korban. Yakni para korban diduga meninggal dunia karena keracunan makanan. Dan dugaan selanjutnya keracunan gas hasil pembakaran (barbeque).

Saat dikonfirmasi mengenai pemeriksaan Badan Geologi, Polres Temanggung mengaku tidak tahu hasilnya.   “Terkait dengan Badan Geologi, kami tidak mengetahui hal tersebut,” katanya singkat.

Sebelumnya, empat korban yang merupakan satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping pada Rabu (27/5/2026) sore. 

Peristiwa tersebut hingga kini masih menyisakan tanda tanya dan menjadi perhatian publik karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa perlengkapan barbeque seperti kompor gas portable, tungku tanah liat untuk membakar briket, serta sisa makanan yang digunakan korban saat beraktivitas di lokasi wisata.

Terpisah itu, Badan Geologi Kementerian ESDM telah melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan apakah terdapat pengaruh gas vulkanik atau gas berbahaya di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan laporan resmi Nomor 949/Lap/GL.03/BGL/2026 tanggal 29 Mei 2026, tim Badan Geologi melakukan pengukuran konsentrasi gas di beberapa titik di area glamping Posong.

Hasil pengukuran menunjukkan kadar gas berada pada kondisi normal, yakni CO 0,03 persen, HS 0 ppm, SO 0 ppm, dan CO 0 ppm. Tidak ditemukan indikasi adanya gas vulkanik berbahaya di lokasi kejadian.

“Berdasarkan hasil pengukuran sementara, tidak terindikasi adanya konsentrasi gas vulkanik berbahaya di area pengukuran,” demikian tertulis dalam laporan tersebut.

Selain itu, vegetasi di sekitar lokasi juga dilaporkan dalam kondisi normal tanpa adanya tanda-tanda kerusakan akibat paparan gas berbahaya. Aktivitas Gunung Sindoro sendiri saat ini berada pada level I (normal).

Meski faktor lingkungan vulkanik telah dipastikan aman, penyidik masih fokus menunggu hasil autopsi dan uji laboratorium forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian empat korban tersebut.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan intensif Polres Temanggung. Peristiwa ini menjadi perhatian luas masyarakat karena kejadian yang tidak biasa dan belum menemukan titik terang. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#glamping temanggung #gas berbahaya #badan geologi ESDM #Posong