Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Biksu dari Beragam Sangha Ambil Air Berkah Waisak di Umbul Jumprit: Simbol Kerendahan Hati dan Spiritual Ajaran Buddha

Devi Khofifatur Rizqi • Minggu, 31 Mei 2026 | 15:51 WIB
Para biksu dari berbagai sangha mengambil air di Umbul Jumprit di Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Sabtu (30/5/2026) untuk disemayamkan di Candi Mendut dalam prosesi Waisak. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang).
Para biksu dari berbagai sangha mengambil air di Umbul Jumprit di Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Sabtu (30/5/2026) untuk disemayamkan di Candi Mendut dalam prosesi Waisak. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang).

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Mata air Umbul Jumprit di Kabupaten Temanggung menjadi jujugan utama para biksu dan umat Buddha dari berbagai sangha dalam rangkaian pengambilan Air Berkah Waisak.

Lokasi umbul yang berada di lereng Gunung Sindoro ini, setiap tahun menjadi titik penting sebelum perayaan Waisak di Candi Borobudur.

Pada Sabtu (30/5/2026), biksu dan umat Buddha dari 15 sangha hadir dan mengikuti prosesi sakral pengambilan air yang akan digunakan dalam rangkaian ritual Waisak tingkat nasional.

Umbul Jumprit dipilih karena dipercaya memiliki kesucian dan kejernihan air yang menjadi simbol spiritual dalam ajaran Buddha.

Baca Juga: Gerebek Sura Umbul Jumprit Temanggung, Bentuk Syukur Lestarinya Mata Air

Ketua Umum Majelis Mahayana Buddhis Indonesia (Mahabudhi), Biksu Samantha Kusala Mahasthavira, mengatakan Umbul Jumprit memiliki makna mendalam sebagai tempat perenungan dan simbol kerendahan hati.

“Air di Umbul Jumprit ini menjadi simbol kejernihan dan kesucian. Sifat air yang mengalir dari tempat tinggi ke rendah mengajarkan kita untuk tidak sombong dan tidak merendahkan orang lain,” ujarnya.

Menurutnya, perjalanan para biksu menuju Umbul Jumprit bukan sekadar agenda ritual. Tetapi bagian dari penghormatan terhadap alam yang dianggap memiliki nilai spiritual tinggi.

“Tempat ini menjadi pengingat agar manusia meneladani sifat air, membawa kesejukan dan kedamaian dalam kehidupan,” tambahnya.

Umbul Jumprit telah lama dikenal sebagai lokasi sakral dalam rangkaian Waisak nasional.

Setiap tahun, kawasan ini menjadi titik awal pengambilan air suci sebelum dibawa ke Candi Mendut di Kabupaten Magelang untuk disemayamkan. Lalu dilanjutkan ke Candi Borobudur sebagai puncak perayaan Waisak.

Setelah diambil, Air Berkah Waisak dari Umbul Jumprit akan dikawal menuju Candi Mendut, sebelum akhirnya diarak dalam prosesi karnaval menuju altar utama di Candi Borobudur.

“Air ini akan disemayamkan di Candi Mendut, kemudian dibawa ke Borobudur untuk rangkaian puncak Waisak,” jelas Biksu Samantha.

Umbul Jumprit menjadi salah satu destinasi religi penting di Indonesia yang terus menarik perhatian umat Buddha dari berbagai daerah. (dev/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#air berkah #Umbul Jumprit #waisak #pengambilan air suci #biksu