RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Jalur Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, kembali memakan korban kecelakaan akibat rem blong.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat sudah ada 21 korban kecelakaan di jalur rawan tersebut.
Terbaru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung melakukan evakuasi korban kecelakaan kendaraan bermotor yang terjun ke sungai di Jalan Jumprit-Tambi, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Rabu (27/5/2026) sore.
Kepala Pelaksana BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan, korban merupakan pasangan suami istri asal Kudus.
Baca Juga: Rem Blong! Truk Tabrak 4 Kendaraan di Jalur Maut Kertek Wonosobo, Dua Tewas, Tiga Luka-luka
Diketahui mereka mengendarai sepeda motor dan melintas dari arah Wonosobo menuju Temanggung usai melaksanakan salat Id di Garung.
“Korban pulang dari Wonosobo setelah salat Id di Garung. Saat perjalanan melalui jalur Tambi menuju Canggal, korban merasa pengereman motornya sudah tidak nyaman,” katanya saat dihubungi Kamis (28/5/2026).
Totok menjelaskan, korban sempat berhenti sejenak di kawasan Kebun Teh Tambi untuk beristirahat.
Namun saat melanjutkan perjalanan dan tiba di lokasi kejadian, rem kendaraan diduga tidak berfungsi sehingga kendaraan terjun ke sungai di sisi jalan.
“Setelah sampai di titik kejadian, rem diduga blong sehingga kendaraan masuk ke sungai. Tim BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.
Dalam proses evakuasi, BPBD menerjunkan lima personel dilengkapi peralatan vertical rescue, alat pelindung diri (APD), handy talky, serta kendaraan rescue.
Totok mengungkapkan, jalur menurun dan berkelok di kawasan Canggal memang menjadi titik rawan kecelakaan. Terutama bagi pengendara dari luar daerah yang belum mengenal karakteristik jalan.
“Sepanjang Januari sampai Mei 2026 sudah tercatat 21 korban kecelakaan rem blong di jalur Canggal. Mayoritas merupakan pengendara dari luar Temanggung,” jelasnya.
BPBD Temanggung mengimbau, para pengendara yang melintasi jalur tersebut untuk memastikan kondisi rem kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintas.
Pengendara juga diminta memanfaatkan sejumlah rest area yang tersedia untuk mengecek kendaraan dan beristirahat.
“Selalu cek kondisi rem sejak dari kawasan atas seperti Sibajak. Kalau merasa ada masalah, segera berhenti di rest area untuk pemeriksaan. Jangan memaksakan perjalanan,” tandasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo