RADARMAGELAG.ID, Temanggung—Hingga kini penyebab pasti meninggalnya empat wisatawan dalam satu keluarga di salah satu objek wisata Posong Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung masih dalam penyelidikan.
Namun berdasarkan hasil pemeriksaan Unit Inafis dan tim medis Puskesmas Kledung, saat ditemukan kondisi camping atau tenda rapi.
Selain itu, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan di tubuh keempat korban, serta kondisi keempat tangan jenazah menggenggam.
Informasi yang diperoleh Radarmagelang.id, dugaan awal disebabkan keracunan berdasarkan info awal dari tim medis dengan ciri ciri mulut berbusa dan hipotermia.
Baca Juga: Empat Wisatawan Satu Keluarga Asal Ambarawa Meninggal di Tenda Glamping Objek Wisata di Temanggung
Peristiwa yang menggemparkan Temanggung ini sendiri terungkap Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 16.00.
Keempat korban ditemukan sudah tak bernyawa di dalam tenda camping Glamping Safari Nomor 3 di Desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.
Menurut informasi, penemuan itu lantas dilaporkan Hariyanto, 51, warga Desa Tlahap ke polisi.
Seperti diberitakan sebelumnya, empat wisatawan ditemukan meninggal dunia di dalam tenda camping di salah satu objek wisata di Kabupaten Temanggung, Rabu (28/5/2026) malam.
Keempat korban masih satu keluarga, terdiri atas ayah, ibu dan dua anak.
Mereka adalah Muhamad Ali Munawar, 52, (ayah), Maghfirah, 43, (ibu) dan dua anak laki-laki, yakni AEH, 16, dan Bagas Amar Hakiki, 21.
Semua korban warga Dusun Temenggungan RT 001 RW 003 Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian para korban.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Magelang, keluarga tersebut datang ke lokasi wisata pada Selasa (26/5/2026) sore untuk berlibur.
Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 21.05 dengan mengendarai mobil Honda Jazz RS GK 5 warna putih bernopol H 1609 PT.
Romobngan korban lalu menginap di tenda glamping Safari nomor 3.
Keesokan harinya sekitar pukul 09.00, petugas setempat mengantarkan makan pagi sambil mengatakan "Sarapanya Pak."
Namun tidak ada jawaban dari dalam tenda.
Lalu, sekitar pukul 11.30, pengelola lain datang kembali ke tenda untuk melakukan bersih-bersih karena sudah mendekati waktu chek out dan menyapa dari luar, namun tidak ada jawaban.
Sekitar pukul 15.45, pengelola kembali mendatangi tenda dan membukanya.
Ternyata empat korban di dalam tenda tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Informasi yang diperoleh, diduga pada malam harinya, keempat korban makan bersama menggunakan menu makanan yang dibawa sendiri.
Setelah itu, keempatnya beristirahat.
Dari informasi awal di lokasi kejadian, ditemukan busa keluar dari mulut para korban.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan awal adanya keracunan.
Mengenai peristiwa ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).
"Iya benar, keempat korban ditemukan Rabu kemarin," kata I Komang Mahendra.
Petugas kepolisian bersama tim Inafis dan tim gabungan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Rabu malam.
Setelah proses identifikasi, jenazah keempat korban dievakuasi ke RSUD Temanggung untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kemudian dilakukan autopsi pada Kamis (28/5/2026) pagi ini oleh tim DVI dari Polda Jawa Tengah.
Hal itu guna memastikan penyebab kematian.
Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif dan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti meninggalnya keempat korban. (dev/aro)
Editor : H. Arif Riyanto