RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogorejo Temanggung di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Temanggung, resmi dihentikan sementara per Kamis (21/5/2026).
Hal itu menyusul usai muncul dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa dan guru di sejumlah sekolah pemerima manfaat.
Penghentian operasional dilakukan sambil menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan terkait penyebab pasti keracunan.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Temanggung, Ulfi Rizki Asmarani, mengatakan, pihaknya baru menerima laporan resmi terkait dugaan keracunan pada Rabu (20/5/2026).
Dalam hal ini, terdapat jeda waktu mengenai pelaporan dugaan kasus keracunan. Padahal peristiwa tersebut terjadi pda Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Ratusan Siswa di Temanggung Keracunan MBG, Ada Guru yang Masih Diopname di RSUD
“Saya mengetahui informasi itu di hari Rabu dari Dinas Kesehatan. Dan kami langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut,” kata Ulfi saat ditemui di SPPG Tlogorejo, Kamis (21/5/2026).
Ulfi menyebut, setelah menerima laporan, pihak SPPG langsung berkoordinasi dengan sekolah.
Lalu ia melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan untuk penanganan lebih lanjut.
Dikatakan, menyebut operasional dapur MBG Tlogorejo 1, kini dihentikan sementara sebagai langkah evaluasi.
“SPPG Tlogorejo ini diberhentikan sementara untuk evaluasi seperti itu. Sampai nanti kita tunggu hasil uji lab dari Dinkes,” ujarnya.
SPPG Tlogorejo 1 melayani sebanyak 2.061 penerima manfaat. Penerima tersebar tersebar di 14 sekolah di Kabupaten Temanggung.
Menu MBG yang didistribusikan pada Senin (18/5/2026) berupa nasi kuning tanpa santan, telur dadar, abon, orek tempe dan kacang, serta buah dan sayuran pendamping. “Untuk penentuan menu memang dari ahli gizi,” katanya.
Sementara itu, Kepala SPPG Tlogorejo 1 Soleh Jamaludin enggan memberikan banyak keterangan.
Ia memilih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium mengenai penyebab dugaan keracunan tersebut. “Kami masih menunggu hasil lab terkait penyebabnya,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, ratusan siswa dan guru dari sejumlah sekolah dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, sakit perut, dan pusing usai mengonsumsi paket MBG dari SPPG Tlogorejo.
Saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung masih melakukan penyelidikan. Selain itu, dilakukan pengujian sampel makanan untuk memastikan sumber penyebab dugaan keracunan tersebut. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo