RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Pemerintah Kabupaten Temanggung akan membangun sekolah menengah pertama negeri baru di Kecamatan Pringsurat. Hal itu untuk mengatasi persoalan pemerataan akses pendidikan di wilayah tersebut.
Sekolah yang direncanakan bernama SMP Negeri 3 Pringsurat. Targetnya mulai beroperasi pada 2028. Saat ini, Pemkab Temanggung masih melakukan kajian mengenai lokasi sekolah.
"Masih kajian soal lahannya. Tapi untuk lokasi rencananya di wilayah Desa Pingit, Kecamatan Pringsurat," ungkap Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Temanggung, Djoko Prasetyono, Rabu (20/5/2026).
Djoko mengatakan, rencana pembangunan sekolah baru tersebut muncul setelah ada kajian terkait wilayah blank spot layanan pendidikan di Kecamatan Pringsurat.
Kondisi ini memprihatinkan lantaran anak-anak di wilayah tersebut harus bersekolah ke lokasi yang jauh.
"Di Pringsurat ada dua SMP negeri. Satu di ujung kecamatan dan satu lagi di dekat Sumowono, Kabupaten Semarang. Nah, di tengah-tengahnya ada blank spot, terutama di daerah Pingit,” katanya.
Menurut Djoko, sejumlah desa di wilayah tersebut mengalami kesulitan akses menuju SMP negeri. Itu karena jarak sekolah yang cukup jauh.
“Ada beberapa desa yang kalau ke SMP 1 Pringsurat harus ke bawah. Sementara kalau ke SMP 2 harus ke arah Sumowono, Kabupaten Semarang,” ujarnya.
Bahkan, sebagian siswa di wilayah perbatasan memilih bersekolah ke Grabag, Kabupaten Magelang karena faktor jarak yang lebih dekat.
“Anak-anak ada yang sekolah ke Grabag, Kabupaten Magelang. Ada juga yang ke Sumowono. Jauh sekali,” katanya.
Saat ini, Dindikpora masih melakukan proses kajian dan penyiapan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut.
Lahan yang dibutuhkan sekitar 4.000 meter persegi. Djoko berharap seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan DPRD, dapat mendukung rencana pembangunan sekolah baru tersebut demi pemerataan layanan pendidikan di Temanggung.
“Mudah-mudahan semua stakeholder bisa bersama-sama mewujudkan pendidikan bagi saudara-saudara kita di Pringsurat, yang selama ini berada di wilayah blank spot,” ujarnya.
Mengenai anggaran pembangunan, Djoko mengatakan proyek tersebut akan dilakukan secara bertahap. Itu menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Pasti kita bertahap sesuai kemampuan. Yang penting harapan kami tahun 2028 sekolah ini bisa mulai beroperasi,” tandasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo