RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Jembatan penghubung di Dusun Banjaran, Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, putus total pada Sabtu (16/5) petang.
Akibatnya, 161 kepala keluarga atau hampir 400 jiwa sempat terisolasi karena tidak memiliki jalur alternatif menuju dusun lain.
Jembatan sepanjang 7 meter dengan lebar 3,5 meter dan tinggi 5 meter itu, membentang di atas aliran Sungai Kalijaran.
Baca Juga: Jembatan Muncar Hubungkan Ngadikusuman-Tlogodalem Sapuran Putus, Akses Warga Terhambat
Akses satu-satunya bagi warga Dusun Banjaran tersebut putus total akibat terkikis aliran sungai.
"Terputusnya kemarin sore (Sabtu) jam tigaan. Ini akses satu-satunya bagi warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan," ungkap Kepala Dusun Banjaran Eri Larassati, saat ditemui di lokasi kejadian Minggu (17/5/2026).
Eri menyebut, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Jembatan yang dibangun tahun 1982 itu sebelumnya sudah rusak beberapa kali.
Longsor pertama terjadi pada Desember 2025.
Kemudian kembali mengalami kerusakan pada awal Mei 2026 sebelum akhirnya putus total. “Ini longsor yang ketiga,” ujarnya.
Menurut Eri, warga sebenarnya berencana melakukan swadaya pembangunan jembatan darurat.
“Sudah musyawarah dusun untuk iuran warga membuat jembatan darurat, tetapi belum sempat terlaksana jembatannya sudah putus duluan. Jembatan ini juga statusnya milik desa, bukan kabupaten," katanya.
Kondisi ini membuat Pemkab Temanggung prihatin.
Pemkab Temanggung akan mengupayakan agar segera dibangun jembatan baru untuk akses warga.
"Status jalan dan jembatan tersebut merupakan aset desa. Sehingga penanganannya perlu dibahas bersama lintas instansi di tingkat kabupaten.
Harapannya sesuai permintaan masyarakat bisa segera tertangani, minimal bisa dilewati kendaraan roda empat dulu,” kata Bupati Temanggung Agus Setyawan saat meninjau lokasi kejadian.
Pemerintah daerah bersama warga dan lintas sektor pada Minggu (17/5/2026) membuat akses darurat. Agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.
"Untuk sementara, akses darurat hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Ini juga gotong-royong warga semua, karena akses ke sini cuma lewat ini," ujarnya.
Agus menambahkan, dampak kerusakan jembatan tidak hanya menghambat mobilitas warga.
Tetapi juga sempat memutus saluran air bersih menuju Dusun Banjaran.
“Air bersih sempat terputus, tetapi alhamdulillah sudah tersambung kembali berkat gotong-royong masyarakat,” ujarnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo