Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Anak Putus Sekolah dari Keluarga Miskin Ekstrem Jadi Prioritas Masuk Sekolah Rakyat

Devi Khofifatur Rizqi • Sabtu, 16 Mei 2026 | 01:18 WIB
Kepala Dinsos Temanggung Umi Lestari Nurjanah
Kepala Dinsos Temanggung Umi Lestari Nurjanah

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Dinas Sosial Kabupaten Temanggung memprioritaskan anak putus sekolah dari keluarga miskin ekstrem untuk masuk program Sekolah Rakyat (SR) tahun ajaran 2026/2027.  

Sasaran utama program tersebut adalah anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan 2.

Kategori tersebut rentan tidak melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Wonosobo Senilai Rp 1,1 Triliun Dikebut, Target Juni Selesai

Data dari Dinsos, di Kabupaten Temanggung terdapat sekitar 13.757 anak dari keluarga miskin ekstrem yang akan memasuki jenjang pendidikan SLTA.

"Jumlahnya memang banyak. Tapi kuota penerimaan siswa sekolah rakyat masih terbatas, jadi memang benar-benar harus selektif agar penerima manfaat juga tepat sasaran," ungkap Kepala Dinas Sosial Temanggung Umi Lestari Nurjanah, dihubungi Jumat (15/5/2026).

Umi mengatakan, kebijakan prioritas kategori siswa merupakan arahan langsung dari pemerintah pusat.

 Supaya sekolah rakyat benar-benar menyasar masyarakat paling membutuhkan.

“Desil 1 sampai 2 itu strata miskin ekstrem. Arahan dari pusat sasarannya bagi anak yang putus sekolah di keluarga kategori desil 1 sampai 2 agar anak-anak itu bisa ditarik ke Sekolah Rakyat,” katanya.

Tahun ajaran baru 2026/2027, kuota siswa sekolah rakyat hanga dua rombel alias 60 siswa.

Kuota itu terbatas lantaran Temanggung belum memiliki gedung sekolah rakyat permanen.

Saat ini, pembelajaran siswa tahun ajaran 2025/2026 masih menempati gedung Sentra Terpadu Kartini Temanggung.

Itu sebanyak 125 siswa. Selanjutnya, tahun ajaran baru nanti siswa akan belajar di gedung sekolah rakyat di Wonosobo.

"Sementara memang nanti dititipkan di Wonosobo dulu. Sembari menunggu Temanggung ada lahan dan pembangunan," jelas Umi.

Umi berharap, program sekolah rakyat dapat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Tentunya dalam memperoleh akses pendidikan dan tidak putus sekolah akibat faktor ekonomi.

"Ini upaya pemerintah untuk pemerataan pendidikan. Termasuk anak dari meluarga miskin juga punya hak untuk belajar," tandasnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#sekolah rajyat #prioritaskan anak putus sekolah #kemiskinan ekstrem #Umi lestari nurjanah