RADARMAGELANG.ID, Temanggung – Perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada meningkatnya keluhan batuk dan pilek di masyarakat.
Kondisi tersebut banyak ditemukan saat memasuki masa pancaroba dengan suhu yang berubah drastis dari panas ke dingin dalam waktu singkat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, dr Intan Pandanwangi, mengatakan, anomali cuaca membuat tubuh harus beradaptasi lebih cepat sehingga dapat menurunkan daya tahan tubuh masyarakat.
“Perubahan cuaca ekstrem membuat tubuh harus beradaptasi lebih cepat, sehingga berpotensi melemahkan sistem imun. Ini menjadi salah satu faktor meningkatnya kerentanan masyarakat terhadap penyakit,” katanya, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Warga Enggan Periksa, Cek Kesehatan Gratis di Temanggung Baru 40 Persen
Intan menyebut, infeksi saluran pernapasan seperti batuk dan pilek menjadi penyakit yang paling banyak muncul selama masa pancaroba.
Meski umumnya tergolong ringan, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala yang timbul.
“Setiap penyakit berpotensi menjadi serius apabila tidak ditangani dengan baik, tergantung pada kondisi masing-masing individu,” ujarnya.
Untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima, Dinkes Temanggung mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain menjaga kualitas istirahat dengan tidur selama enam hingga delapan jam per hari. Termasuk menghindari begadang, makan secara teratur, serta rutin berolahraga.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan dan dapat mengonsumsi vitamin atau suplemen tambahan apabila diperlukan.
Hal itu guna membantu menjaga imunitas tubuh.
“Penting juga menjaga jadwal makan secara teratur, karena keterlambatan makan dapat memicu gangguan lambung, terutama saat kondisi cuaca sedang tidak stabil,” tandas dr Intan. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo