Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Sekolah di Temanggung Biasakan Bahasa Jawa Halus, Anak Diajak Tinggalkan Kata Iya Jadi Inggih

Devi Khofifatur Rizqi • Kamis, 7 Mei 2026 | 16:28 WIB
Bupati Agus Setyawan menandatangani deklarasi mengenai pentingnya penguatan karakter berbasis kearifan lokal di Pendopo Kecamatan Candiroto. (Prokompim Temanggung for Jawa Pos Radar Magelang).
Bupati Agus Setyawan menandatangani deklarasi mengenai pentingnya penguatan karakter berbasis kearifan lokal di Pendopo Kecamatan Candiroto. (Prokompim Temanggung for Jawa Pos Radar Magelang).

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Penggunaan bahasa Jawa halus kembali digencarkan di lingkungan sekolah di Kabupaten Temanggung. 

Salah satunya melalui program Semboja atau Saben Dino Kamis Matur Basa Jawa. Program ini sudah diterapkan di SDN 2 Klepu, Pringsurat.

Lewat program tersebut, siswa dan guru dibiasakan menggunakan bahasa Jawa halus setiap hari Kamis.

Kebiasaan dimulai sejak pagi ketika siswa bersalaman dengan guru di gerbang sekolah.

Kepala SDN 2 Klepu Siti Khoidah mengatakan, program ini sudah berjalan hampir tiga tahun. Hal itu sebagai upaya menanamkan unggah-ungguh dan kesantunan sejak dini.

Baca Juga: Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Gelar Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Daerah tentang Kebijakan Pelindungan Bahasa

“Tantangan paling sederhana itu anak-anak lebih mudah bilang ‘iya’ daripada ‘inggih’. Minimal ini untuk menambah kosakata bahasa Jawa alus mereka,” ujarnya Kamis (7/5/2026).

Upaya pembiasaan bahasa Jawa itu mendapat dukungan Bupati Temanggung Agus Setyawan.

Hal itu disampaikan dalam acara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Pendopo Kecamatan Candiroto. Agus menilai, bahasa Jawa bukan hanya alat komunikasi. Melainkan sarana membentuk karakter dan sikap saling menghargai. 

Menurut Agus, penggunaan bahasa Jawa perlu terus dirawat di lingkungan pendidikan.

Supaya nilai-nilai luhur masyarakat Jawa tidak hilang di tengah perubahan zaman. Pihaknya juga menandatangani deklarasi, mengenai penegasan pentingnya penguatan karakter berbasis kearifan lokal. 

"Jadi penguatan karakter berbasis kearifan lokal, salah satunya melalui penggunaan bahasa Jawa di sekolah," tambah Agus.

Senada, guru bahasa Jawa SMPN 4 Temanggung Suradi menilai, pendidikan karakter tidak cukup hanya lewat teori di kelas.

Guru harus memberi teladan langsung melalui tutur kata dan perilaku sehari-hari.

“Paring tuladha dan pembiasaan itu yang paling penting. Guru harus mempraktikkan dulu bahasa yang santun,” ungkapnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#bahasa jawa halus #SDN 2 Klepu Pringsurat #Semboja #Bupati Temanggung Agus Setyawan