RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Program cek kesehatan gratis (CKG) di Kabupaten Temanggung belum berjalan optimal. Hingga akhir 2025, cakupannya baru menyentuh 40 persen dari total sasaran sebanyak 820.000-an jiwa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Intan Pandanwangi, menyebut, capaian tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah provinsi.
“Cakupan kita sekitar 40 persen dari total sasaran. Ke depan tentu harus terus ditingkatkan,” ujarnya Rabu (6/5/2026).
Salah satu kendala utama minimnya minat cek kesehatan gratis, lanjut Intan, yakni masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan.
Intan menyebut, banyak warga justru takut mengetahui kondisi kesehatannya.
Baca Juga: 134 Ribu Siswa di Temanggung Jadi Sasaran CKG, Targetkan Desember Selesai
“Masih ada yang enggan cek karena khawatir kalau ditemukan penyakit. Ini yang terus kami edukasi,” imbuhnya.
Padahal, dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan, ditemukan tren peningkatan penyakit tidak menular. Itu seperti hipertensi dan diabetes melitus (DM).
Kondisi ini bahkan mulai banyak dijumpai pada kelompok usia muda, termasuk pelajar.
"Paling banyak itu diabetes melitus sama hipertensi. Ini tinggi karena pola konsumsi anak muda yang cenderung minum-minuman manis," jelas dr. Intan.
Dinkes mencatat, pola makan tidak sehat menjadi salah satu pemicu utama. Konsumsi makanan cepat saji serta minuman tinggi gula dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya kasus tersebut.
Untuk itu, Dinkes Temanggung terus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan CKG yang kini mulai tersedia di sejumlah puskesmas.
Program ini diharapkan mampu mendeteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.
Intan menambahkan, pada 2026, Pemkab Temanggung menargetkan peningkatan cakupan layanan sesuai target Jawa Tengah, sekitar 56 persen. Dengan capaian tersebut, deteksi dini penyakit diharapkan semakin luas dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
"Sekarang cek kesehatan gratis tidak harus menunggu tanggal ulang tahun. Bisa langsung ke puskesmas saja dan akan diarahkan sama petugas. Jangan takut, karena deteksi dini lebih bagus," tandasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo