RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Bursa pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Temanggung memanas.
Dua kader resmi maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-34, Rabu (6/5/2026). Dua nama tersebut adalah Dwi Lindawati dan Jumadi.
Keduanya menduduki kursi strategis sebagai anggota DPRD Kabupaten Temanggung. Mereka akan bersaing memperebutkan kursi ketua DPD II Partai Golkar Temanggung untuk periode mendatang.
Pembina DPD II Golkar Temanggung Tunggul Purnomo menyebut, munculnya dua kandidat menunjukkan dinamika demokrasi di internal partai berjalan sehat.
Baca Juga: Musda Partai Golkar Wonosobo : Buka Pendaftaran Calon Ketua Baru
“Musda ini memang untuk memilih pimpinan. Sampai batas akhir pendaftaran pada Selasa 5 Mei pukul 00.00, ada dua calon. Kita serahkan mekanismenya, bisa melalui musyawarah mufakat atau proses lainnya sesuai aturan,” ujarnya di Markas DPD Golkar Temanggung.
Tunggul menekankan, siapapun yang terpilih, nantinya harus mampu merangkul seluruh kader. Ketua terpilih juga harus memperkuat soliditas partai ke depan. "Termasuk menambah kursi di legislatif," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Temanggung HM Al Khadziq memastikan, pelaksanaan Musda berjalan sesuai mekanisme organisasi. Seluruh peserta telah terdaftar dan forum resmi dipimpin oleh DPD I Golkar Jawa Tengah.
“DPD II hanya sebagai penyelenggara. Kepemimpinan sidang tetap berada di provinsi sesuai aturan partai,” tegasnya.
Khadziq menambahkan, Musda kali ini sengaja digelar dengan suasana sederhana dan penuh kekeluargaan. Ini berbeda dengan daerah lain yang memilih hotel sebagai lokasi kegiatan.
"Partai Golkar Kabupaten Temanggung sami'na wa arto'na, tunduk dan patuh kepada DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah dan pada DPP Partai Golkar," tambahnya.
Perwakilan DPD I Golkar Jawa Tengah Anton Lami Suhadi menegaskan, Musda menjadi momentum penting untuk konsolidasi organisasi. Itu sekaligus menentukan arah strategi politik ke depan.
Menurutnya, target utama partai adalah meningkatkan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang. Karena itu, proses regenerasi dan pelibatan generasi muda menjadi hal krusial.
“Komposisi kader ke depan harus memberi ruang besar bagi generasi muda. Ini penting untuk keberlanjutan partai,” ujarnya.
Anton berharap, proses pemilihan di Temanggung tetap mengedepankan musyawarah mufakat. Seperti yang telah berjalan di mayoritas daerah lain di Jawa Tengah. Adanya dua kandidat yang maju, persaingan diprediksi berlangsung dinamis.
"Seluruh kader diharapkan tetap menjaga soliditas demi target besar partai pada kontestasi politik mendatang," harap Anton. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo