RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Rencana pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Temanggung mengalami perubahan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung memutuskan tidak lagi menggunakan lahan di Desa Karanggedong, Kecamatan Ngadirejo, sebagai lokasi sekolah rakyat. Lantaran terkendala konflik sosial dengan masyarakat sekitar.
Sekretaris Daerah Temanggung, Tri Winarno, mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai persoalan di lapangan.
Terutama potensi munculnya masalah sosial terkait klaim kepemilikan lahan oleh warga.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat di Karanggedong Temanggung Terkendala Klaim Kepemilikan Tanah Warga
“Untuk lokasi di Karanggedong tidak jadi digunakan. Kami masih mengupayakan dan mencari alternatif lokasi lain,” ujarnya Jumat (1/5/2026).
Sebelumnya, lahan seluas sekitar 5,23 hektare di Karanggedong sempat direncanakan menjadi lokasi sekolah rakyat.
Bahkan, sudah disurvei dan ukur oleh sejumlah pihak untuk pembangunan.
Namun, muncul klaim dari sejumlah warga. Mereka yang menyebut lahan tersebut sebagai tanah peninggalan leluhur. Meski, secara hukum telah bersertifikat atas nama pemerintah daerah.
Pemkab pun memilih tidak mengambil langkah konfrontatif dan mengedepankan pendekatan persuasif.
Keputusan mencari lokasi baru diambil agar pembangunan tidak menimbulkan konflik sosial di masyarakat.
“Kami berkomitmen agar program ini berjalan tanpa menimbulkan persoalan di lapangan. Tujuannya baik, jadi harus dilaksanakan dengan cara yang baik pula,” tambah Winarno.
Kendati demikian, Pemkab memastikan program sekolah rakyat tetap menjadi prioritas dan akan terus dilanjutkan.
Saat ini, pemerintah daerah tengah mengupayakan lokasi alternatif yang dinilai lebih aman dan siap untuk pembangunan.
"Pokoknya jangan sampai ada masalah sosial ya. Kami masih mencari alternatif (lahan) lain," kata Winarno.
Di Temanggung, program rintisan sekolah rakyat telah berjalan sejak 2025 untuk jenjang SMA dengan jumlah 125 siswa.
Ke depan, sekolah ini direncanakan berkembang menjadi kompleks pendidikan terpadu mulai tingkat SD hingga SMA.
Sekda berharap, pembangunan sekolah rakyat dapat segera terealisasi setelah lokasi baru ditetapkan. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Insyaallah tahun ini kita targetkan bisa mulai tahapan pembangunan. Termasuk peletakan batu pertama, setelah lokasi alternatif ditemukan,” tandasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo