RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Kebutuhan tenaga aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Temanggung masih cukup tinggi.
Terutama pada sektor pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Keterbatasan jumlah guru hingga tenaga kesehatan membuat pelayanan dasar ke masyarakat tidak maksimal.
Maka, tahun ini diusulkan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (2026).
Sekretaris Daerah Temanggung Tri Winarno mengatakan, usulan formasi CPNS 2026 disusun berdasarkan analisis kebutuhan riil di daerah.
Hal itu menyusul adanya surat dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang meminta pemerintah daerah mengusulkan kebutuhan formasi.
Kendati begitu, jumlah formasi yang diusulkan tetap disesuaikan dengan kebutuhan prioritas.
Termasuk kemampuan fiskal daerah. “Fokus kita di kesehatan dan pendidikan. Lalu ada beberapa fungsi teknis yang memang dibutuhkan pemerintah daerah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (29/4/2026).
Jumlah formasi yang diusulkan, lanjut Winarno, diperkirakan kurang dari 100 formasi.
Meski begitu, formasi tersebut sesuai kebutuhan pemerintah daerah.
"Usulannya sekitar 89 atau 98 formasi, saya agak lupa. Yang pasti kurang dari 100. Tapi masih dinamis ya, sambil menunggu kebijakan final dari pusat," lanjutnya.
Selain mempertimbangkan kebutuhan pegawai, Pemkab Temanggung juga memperhitungkan kemampuan belanja pegawai. Supaya tetap sesuai regulasi.
Terlebih, mulai 2027 belanja gaji pegawai dibatasi maksimal 30 persen dari APBD.
Winarno menyebut, meski pemerintah daerah telah memperhitungkan pegawai yang memasuki masa pensiun, komposisi belanja pegawai masih menjadi perhatian dalam penyusunan usulan formasi.
“Hitung-hitungan belanja gaji tetap menjadi pertimbangan. Sehingga kami berhati-hati dalam mengusulkan formasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, usulan rekrutmen CPNS ini diharapkan dapat membantu mengatasi kekurangan guru dan tenaga kesehatan.
Lantaran selama ini, dua sektor tersebut masih menjadi tantangan pelayanan publik di Temanggung.
"Untuk kelanjutannya (mekanisme) masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat," tandas Winarno. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo