Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Kemarau Datang, 12 Kecamatan di Wilayah Temanggung Terancam Kekeringan

Devi Khofifatur Rizqi • Selasa, 28 April 2026 | 16:17 WIB
Kepala Pelaksana Harian BPBD Temanggung Totok Nursetyanto. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang).
Kepala Pelaksana Harian BPBD Temanggung Totok Nursetyanto. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung terancam kekeringan pada musim kemarau 2026.

Mengantisipasi potensi krisis air bersih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung mulai menyiapkan langkah mitigasi berupa dropping air bersih hingga pembangunan sumur bor di wilayah rawan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, pemetaan kerawanan telah dilakukan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

Kecamatan yang masuk daerah rawan antara lain Pringsurat, Kaloran, Bulu, Kandangan, Selopampang, Tlogomulyo, Bejen, Candiroto, Jumo, serta wilayah Tembarak.

Baca Juga: Hadapi Kekeringan, BPBD Temanggung Siapkan 50 Tangki Air Bersih

“Pemetaan sudah kami lakukan. Termasuk kami sudah bersurat ke camat dan kepala desa sejak 2 April untuk antisipasi dini menghadapi kekeringan,” kata Totok, Selasa (28/4/2026).

Sebagai langkah awal, BPBD menyiapkan 50 tangki air bersih untuk kebutuhan dropping apabila kekeringan mulai dirasakan warga.

Jumlah itu dinilai sebagai stok awal dan masih memungkinkan ditambah sesuai kondisi di lapangan.

Menurut Totok, prediksi kemarau tahun ini perlu diwaspadai. Dari informasi terakhir intensitas kemarau berada pada kategori lemah moderat alias masih di bawah kemarau ekstrem tahun 2023.

Kendati demikian, pengalaman tahun 2023 menjadi perhatian serius. Saat itu, BPBD harus mendistribusikan lebih dari 150 tangki air bersih untuk warga terdampak.

“Musim kemarau kering ini tetap kami waspadai. Tapi kami prediksi masih aman karena selain dropping air, ada dukungan cadangan anggaran dan opsi CSR jika sewaktu-waktu kebutuhan meningkat,” ujarnya.

Selain mengandalkan dropping air, BPBD juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan sumur bor di tiga titik. Tahun ini dua titik tambahan juga direncanakan dibangun.

Keberadaan sumur bor diharapkan memperkuat ketahanan air di desa-desa rawan yang selama ini mengandalkan pasokan dari PDAM maupun sumber air alami.

Di sisi lain, BPBD juga mengingatkan masyarakat mulai menghemat penggunaan air dan memaksimalkan tampungan air rumah tangga sebagai langkah antisipasi.

 “Walaupun sekarang masih ada hujan, kewaspadaan harus tetap ada. Penggunaan air harus dijaga agar ketika kemarau memuncak masyarakat lebih siap,” tandas Totok. (dev/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#dropping air bersih #musim kemarau #kekeringan #BPBD kabupaten Temanggung #totok nursetyanto