RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Kabar baik datang bagi petani tembakau Temanggung di luar skema kemitraan. Tahun ini PT Djarum mulai membuka uji coba penggunaan blaco bagi petani nonmitra.
Hal tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas tembakau. Sekaligus memberi ruang lebih luas bagi petani lokal mengakses standar pembelian industri.
Grader Senior PT Djarum, Yopi Samiaji, menyebut, kebijakan itu merupakan respons atas aspirasi petani dan dorongan Pemerintah Kabupaten Temanggung. Supaya petani nonmitra juga mendapat kesempatan menerapkan standar industri.
“Untuk tahun ini tembakau di luar mitra sudah mulai bisa menggunakan blaco dengan syarat tertentu. Ini uji coba dulu, petaninya ditentukan grader masing-masing,” ujarnya Senin (27/4/2026).
Baca Juga: Petani Lereng Sumbing Temanggung Tanam Perdana Tembakau Kemloko
Menurut Yopi, ada dua syarat utama bagi petani nonmitra yang ingin menggunakan blaco.
Yakni menggunakan varietas Jawa sesuai rekomendasi pabrikan. Lalu tembakau yang diproduksi harus non gula atau tanpa tambahan bahan lain.
Penentuan petani peserta uji coba sepenuhnya diserahkan kepada grader. Lantaran dinilai paling memahami karakter petani dan kualitas hasil panennya.
Blaco menjadi alternatif pengemasan pengganti keranjang yang selama ini dikeluhkan petani karena ada potongan sekitar 20 persen.
Dalam skema ini, petani bisa memakai blaco yang dipinjamkan pabrikan dengan biaya lebih ringan.
“Harapannya ilmu dari kemitraan ini bisa menular ke petani lain. Meski tidak masuk mitra, kualitas hasilnya tetap bisa setara,” katanya.
Sementara Bupati Temanggung Agus Setyawan menyambut langkah tersebut sebagai angin segar bagi petani.
Menurutnya, kebijakan penggunaan blaco untuk nonmitra menjadi bentuk awal keberpihakan industri terhadap petani tembakau Temanggung.
Sebelumnya, Pemkab sempat mengusulkan keringanan potongan keranjang kepada pabrikan, meski belum seluruhnya diakomodasi. Namun pembukaan akses blaco dinilai menjadi solusi alternatif yang cukup positif.
“Djarum belum menyetujui pengurangan potongan keranjang, tapi memberikan kesempatan petani nonmitra memakai blaco. Ini langkah maju,” kata Agus.
Ia menambahkan, Pemkab akan melanjutkan komunikasi dengan pabrikan lain agar skema serupa bisa diperluas. Sehingga tidak hanya di satu perusahaan.
Terlebih, dalam waktu dekat, Pemkab berencana melakukan kunjungan ke sejumlah sentra industri rokok di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Hal itu untuk membangun komunikasi lanjutan terkait tata niaga tembakau. Termasuk memperjuangkan insentif bagi petani.
“Insyaallah Mei atau awal Juni kami akan visit industri ke beberapa pabrikan. Harapannya ada komunikasi lebih luas untuk keberpihakan kepada petani Temanggung,” ujarnya.
Dengan uji coba blaco untuk petani nonmitra ini, diharapkan standar kualitas tembakau Temanggung semakin terjaga.
"Pemerintah terus berupaya. Kami juga berharap ada peluang harga yang lebih baik bagi petani di musim panen mendatang," tambah Agus. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo