Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Dari Los Ayam ke Catwalk, Pedagang Pasar Parakan Kampanyekan Belanja Tanpa Plastik

Devi Khofifatur Rizqi • Selasa, 21 April 2026 | 16:43 WIB
Para pedagang Pasar Legi Parakan mengampanyekan belanja tanpa plastik di momen Hari Kartini, Selasa (21/4/2026). (Istimewa)
Para pedagang Pasar Legi Parakan mengampanyekan belanja tanpa plastik di momen Hari Kartini, Selasa (21/4/2026). (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Suasana berbeda terlihat di Pasar Legi Parakan, Kabupaten Temanggung, Selasa (21/4/2026).

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas jual beli, puluhan pedagang tampil bak peragawati. Mereka berjalan di atas karpet merah sambil mengenakan kebaya.

Namun, peragaan busana ini bukan sekadar hiburan. Para pedagang memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan. Khususnya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Bertempat di los daging ayam, para peserta fashion show membawa berbagai wadah belanja tradisional.

Seperti ceting, tampah, dan keranjang. Aksi ini menjadi simbol ajakan kepada masyarakat agar mulai beralih dari kantong plastik ke wadah yang lebih ramah lingkungan.

Ketua panitia, Santi, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk edukasi yang dikemas secara kreatif agar mudah diterima masyarakat.

“Lewat kegiatan ini, kami ingin mengajak pembeli untuk membawa wadah sendiri saat belanja. Selain mengurangi sampah plastik, ini juga lebih hemat bagi pedagang,” ujarnya.

Menurut Santi, penggunaan plastik yang terus meningkat tidak hanya berdampak pada lingkungan. Tetapi juga membebani pedagang dari sisi biaya operasional.

“Harga plastik sekarang semakin mahal. Kalau bisa dikurangi, tentu membantu pedagang juga,” tambahnya.

Kepala Pasar Legi Parakan, Hebi Tatak Purwantoro, menilai kegiatan ini sebagai langkah inovatif yang patut diapresiasi.

Ia menyebut, kampanye lingkungan yang dilakukan pedagang menjadi contoh nyata bahwa pasar tradisional juga bisa berkontribusi dalam isu global.

“Ini kegiatan positif. Selain memperingati Hari Kartini, juga memberi semangat baru bagi pedagang untuk tetap kreatif di tengah tantangan ekonomi,” katanya.

Hebi menekankan, peran perempuan di pasar tradisional sangat dominan. Sehingga gerakan seperti ini memiliki dampak yang luas.

“Sekitar 80 persen pedagang di sini adalah perempuan. Mereka tidak hanya berperan dalam ekonomi keluarga, tapi juga bisa menjadi agen perubahan, termasuk dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.

 Aksi unik tersebut pun menarik perhatian pengunjung pasar. Tak sedikit yang berhenti untuk menyaksikan, bahkan mengabadikan momen tersebut.

Melalui cara sederhana namun kreatif, para pedagang Pasar Legi Parakan menunjukkan bahwa kampanye lingkungan bisa dilakukan di mana saja, bahkan dari tengah pasar tradisional. 

"Dengan semangat Kartini, mereka (pedagang) mengajak masyarakat untuk mulai mengubah kebiasaan, dari yang praktis menjadi lebih berkelanjutan," tambah Hebi. (dev/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#kampanye pengurangan penggunaan plastik #Pedagang pasar Legi Parakan #fashion show pedagang #hari kartini