RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Pergelaran Pusaka Nasional digelar di Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mengubah cara pandang masyarakat terhadap keris dan benda pusaka.
Pegelaran pusaka bertajuk Telusur Jejak Mataram Kuno tersebut diinisiai oleh Pamerti Keris Aji Nuswantoro (Pikatan) Kabupaten Temanggung.
Event yang berlangsung pada 17 sampai 19 April 2026 ini, bekerja sama dengan Senopati Nusantara dan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Temanggung.
Ketua Pikatan Temanggung, Hariyadi Darmawan Santono Pengging, mengatakan, pergelaran ini tidak hanya menampilkan koleksi pusaka. Melainkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Selama ini masyarakat sering menganggap keris identik dengan hal klenik atau mistis. Padahal, pusaka seperti keris merupakan karya seni yang memiliki nilai budaya tinggi,” ujarnya di Pendopo Pengayoman, Jumat (17/4) sore.
Dalam pergelaran tersebut, sebanyak 64 keris dari berbagai daerah di Indonesia dipamerkan. Mulai dari Lombok, Bali, Madura, hingga Sulawesi. Beberapa koleksi bahkan diperkirakan berasal dari era Majapahit.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan talk show yang melibatkan pelajar SMP dan SMA, serta kepala desa.
Panitia menargetkan ratusan hingga ribuan pelajar dapat menyaksikan langsung pagelaran tersebut.
Wakil Sekretaris Jenderal Senapati Nusantara, Nur Jianto, menambahkan, kegiatan serupa rutin digelar secara bergiliran di berbagai daerah di Indonesia. Hal tersebut sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.
“Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, tidak melupakan akar budaya bangsa, termasuk keris sebagai warisan budaya tak benda,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Temanggung, Supriyanto, menyebut kegiatan ini juga berdampak positif bagi sektor pariwisata daerah.
“Peserta datang dari berbagai daerah seperti Bali, Lombok, hingga Lampung. Ini menjadi momentum untuk mengenalkan Temanggung lebih luas,” ujarnya.
Dia berharap, melalui pergelaran ini masyarakat tidak lagi memandang keris dari sisi mistis semata.
Tetapi sebagai karya budaya dengan nilai seni tinggi yang patut diapresiasi dan dilestarikan.
"Ini karya budaya yang tinggi. Harapannya juga mengenalkan Temanggung ke ranah lebih luas," tandasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo