Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Cegah Penyakit, DKPPP Temanggung Intensifkan Pemeriksaan Hewan Ternak untuk Kurban

Devi Khofifatur Rizqi • Kamis, 16 April 2026 | 14:29 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak sapi yang rencananya akan dikurbankan pada Iduladha mendatang. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang).
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak sapi yang rencananya akan dikurbankan pada Iduladha mendatang. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang).

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung menggencarkan pengawasan kesehatan hewan ternak untuk kurban. Hal ini untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan dalam kondisi sehat.

Kepala Bidang Peternakan DKPPP Temanggung, Wisnu Widoyoko, menjelaskan, pengawasan meliputi pemeriksaan kesehatan hewan, deteksi penyakit, hingga pemberian pengobatan seperti obat cacing dan vaksinasi.

“Pengawasan ini kami lakukan agar daging (sapi) yang dihasilkan nantinya terbebas dari penyakit. Ini juga upaya mengurangi potensi temuan gangguan pada organ, seperti cacing hati,” ujarnya Kamis (16/4/2026).

Dikatakan, baru-baru ini, DKPPP menemukan sejumlah kasus penyakit pada ternak. Itu seperti parasit darah, Lumpy Skin Disease (LSD), dan infeksi cacing.

Kondisi tersebut, lanjut Wisnu, diduga dipicu meningkatnya lalu lintas perdagangan ternak menjelang Iduladha. Saat momen itu, banyak pedagang mendatangkan hewan dari luar daerah tanpa riwayat kesehatan yang jelas.

Baca Juga: DKPPP Temanggung Targetkan Luas Tanam Padi 17.800 Hektare pada November hingga Maret 2026

“Hal tersebut berpotensi menularkan penyakit ke ternak lain di kandang peternak. Karena itu, kami terus melakukan surveilans, pengobatan, dan edukasi kepada peternak,” tambah Wisnu.

DKPPP juga mengimbau para pelaku usaha peternakan agar lebih selektif dalam membeli hewan kurban.

Terutama memastikan ternak berasal dari daerah bebas penyakit, memperhatikan kesejahteraan hewan, serta melakukan karantina setelah pembelian. 

Masyarakat juga diminta membeli hewan kurban yang dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan. "Yang paling penting ada kelengkapan surat kesehatan hewan," ujar Wisnu.

Sementara itu, salah satu peternak dari Kemloko-Kranggan, Marjoko, mengaku terbantu dengan adanya program pemeriksaan kesehatan ternak tersebut. Ia menyebut, sebagian besar sapinya dalam kondisi sehat setelah dilakukan pemeriksaan.

“Ada 16 sapi di sini dengan usia rata-rata 1,5 hingga 2 tahun. Kami sangat berterima kasih karena program ini membantu kami mengetahui mana hewan yang layak dijadikan kurban,” katanya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#pengawasan kesehatan hewan #Iduladha #DKPPP Kabupaten temanggung #hewan kurban