RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Alun-alun Temanggung bakal direvitalisasi pada 2027. Penataan kawasan perkotaan ini dilakukan bertahap hingga tahun 2030.
Revitalisasi Alun-alun Temanggung menjadi program prioritas yang harus segera diselesaikan. Lantaran menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Temanggung.
Namun, selama ini keterfungsiannya belum merepresentasikan sebagai ruang publik.
Warga Purworejo Kecamatan Temanggung, Rama Nugraha, mengatakan alun-alun saat ini lebih tertutup.
Baca Juga: Kembalikan Fungsi Ruang Publik, Alun-Alun Temanggung Disterilkan dari PKL
Terlebih, sejak dipasang besi melintang di sisi utara alun-alun sebagai pembatas aktivitas pedagang dan parkir liar.
"Sekarang alun-alun lebih tertutup sejak ada besi pembatas. Mungkin maksudnya baik, tapi kalau masyarakat kurang paham dikiranya tidak boleh masuk ke alun-alun," kata pria 32 tahun itu, Rabu (15/4).
Kendati begitu, Rama menyebut, pihaknya mendukung mengenai rencana penataan kawasan perkotaan.
Termasuk alun-alun dan city walk. Ia berharap, revitalisasi nantinya bisa merepresentasikan alun-alun sebagai ruang publik.
"Yang berfungsi bagus itu seperti Alun-alun Wonosobo, Magelang juga. Karena di sana selalu ramai aktivitas. Semoga hasil revitalisasi nanti tidak mengecewakan masyarakat Temanggung," tambahnya
Mengenai revitalisasi ini, Bupati Temanggung Agus Setyawan menyebut, mulai 2026 hingga 2030 pemerintah daerah akan melakukan penataan kawasan perkotaan.
Program pembangunan di antaranya city walk kawasan Temanggung, Ngadirejo, dan Parakan, serta revitalisasi alun-alun, juga penataan kawasan olahraga.
"Kalau tahun 2026 ini, pemda mengalokasikan anggaran Rp1,7 miliar untuk melanjutkan pembangunan city walk di kawasan dalam kota (Temanggung). Ini kita lakukan bertahap sampai 2030," ujarnya.
Selain itu, Pemkab juga merencanakan revitalisasi kawasan Pendopo Pengayoman pada 2026.
Penataan kawasan olahraga di Stadion Bhumi Phala juga masuk dalam agenda pembangunan daerah.
Termasuk revitalisasi lapangan sepak bola di stadion tersebut direncanakan dimulai pada 2027. "Untuk Alun-alun Temanggung rencananya mulai 2027," jelas bupati.
Untuk pengembangan kawasan lain, lanjut Agus, pihaknya menyiapkan pembangunan city walk di wilayah Ngadirejo hingga Jumprit.
Proyek ini diperkirakan mulai dikerjakan paling cepat 2027 atau maksimal 2028. Menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Selain Ngadirejo, pembangunan city walk juga direncanakan di kawasan Parakan.
Namun, lokasi yang semula di Jalan Diponegoro kemungkinan akan dialihkan ke Jalan Letnan Suwaji. Karena mempertimbangkan kondisi jalan yang lebih memadai.
Agus menegaskan, penataan kawasan kota tetap harus berjalan seiring dengan pembangunan di desa.
Pihaknya mengakui adanya tantangan akibat pengurangan dana desa mulai tahun 2026.
“Dana desa sekarang rata-rata di bawah Rp400 juta. Ini tentu berdampak pada pembangunan di desa. Sehingga pemerintah kabupaten harus lebih peduli dan hadir untuk membantu,” katanya. (dev/lis
Editor : Lis Retno Wibowo