RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Pemerintah Kabupaten Temanggung memantau dampak kenaikan harga plastik terhadap pelaku industri lokal. Khususnya usaha kecil yang bergerak di sektor pengemasan.
Kepala Dinperinaker Temanggung, Sri Endang Praptaningsih, mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dampak signifikan terhadap sektor industri secara umum.
Namun demikian, sejumlah pelaku usaha mulai merasakan tekanan akibat lonjakan harga bahan baku.
“Kami belum menerima laporan dampak besar secara menyeluruh. Tetapi di lapangan sudah ada usaha yang mulai terdampak. Terutama terkait kenaikan harga bahan baku plastik,” ujarnya Senin (13/4).
Salah satu contoh, lanjut Endang, adalah usaha pengolahan plastik di Kecamatan Wonoboyo. Industri tersebut memproduksi kemasan pembungkus jambu.
Baca Juga: Kedelai dan Plastik Melambung, Perajin Tempe di Kota Magelang Kurangi Volume, Harga Jual Tetap
Endang mengatakan, usaha tersebut masih tetap beroperasi dengan kapasitas produksi sekitar 1,5 kuintal per hari, meski belum berjalan maksimal pasca-Lebaran.
Menurut Endang, kenaikan harga bahan baku menyebabkan harga produk ikut melonjak signifikan. Plastik pembungkus jambu yang sebelumnya dijual Rp230 ribu per bal kini naik menjadi Rp480 ribu per bal.
“Kondisi ini tentu berdampak pada konsumen akhir, dalam hal ini petani jambu, karena biaya kemasan meningkat cukup tinggi,” jelasnya.
Selain faktor harga, sistem distribusi dengan metode titip jual juga menjadi kendala bagi pelaku usaha. Perputaran modal menjadi lambat karena pembayaran baru diterima setelah barang terjual.
“Nilai barang yang dititipkan bisa cukup besar, sehingga modal usaha tertahan dan memengaruhi kelancaran produksi,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Temanggung mendorong pelaku industri untuk lebih adaptif. Yakni melakukan diversifikasi pasar dan menyesuaikan produk sesuai kebutuhan konsumen.
“Kami melihat beberapa pelaku usaha mulai mencoba mencari pasar baru dan tidak hanya bergantung pada satu wilayah atau negara. Ini menjadi salah satu strategi agar tetap bertahan,” tambah Endang. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo