Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Terdampak Cuaca, Panen Kopi di Temanggung Diprediksi Turun hingga 20 Persen

Devi Khofifatur Rizqi • Senin, 13 April 2026 | 17:12 WIB
Biji kopi merah dipanen oleh petani di wilayah Gemawang. Harga lebih tinggi dibanding petik hijau. (Istimewa)
Biji kopi merah dipanen oleh petani di wilayah Gemawang. Harga lebih tinggi dibanding petik hijau. (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Produksi kopi di Kabupaten Temanggung tahun ini diprediksi menurun 15–20 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi faktor hujan tinggi saat masa pembungaan tanaman kopi tahun lalu.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan (Hortibun) Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Temanggung, Sumarno, mengatakan, penurunan produksi sudah terlihat dari kondisi tanaman di lapangan.

Menurutnya, produksi kopi yang menurun dipengaruhi musim kemarau basah tahun kemarin.

“Memang terpengaruh musim tahun kemarin. Saat pembungaan terjadi kemarau basah, sehingga bunga banyak yang rontok,” ujarnya Minggu (12/4/2026).

Baca Juga: Sedekah Ramadan Bagikan Ribuan Bungkus Kopi dan Tembakau Lembutan pada Pemudik: Promosikan Produk Khas Temanggung

Kendati begitu, Sumarno melanjutkan, panen kopi arabika saat ini mulai dipersiapkan. Sementara panen robusta diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus.

Pada tahun sebelumnya, produksi kopi Temanggung mencapai 9.000 ton. “Perkiraan kami akan terjadi penurunan sekitar 15 sampai 20 persen,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap optimistis hasil panen dapat terserap pasar, baik oleh pembeli lokal maupun perusahaan.

Dikatakan, sejumlah wilayah seperti Candiroto, Ngadirejo, dan Kandangan menjadi pusat pembelian kopi lokal. Selain itu, beberapa perusahaan juga rutin membeli kopi Temanggung dalam jumlah besar untuk kebutuhan ekspor.

“Biasanya mereka membeli dalam jumlah ratusan ton dan sebagian untuk ekspor ke luar negeri,” katanya.

Dari sisi luasan, perkebunan kopi robusta di Temanggung mencapai 12.200 hektare, sedangkan arabika 1.600 hektare. 

Pemerintah juga terus mendorong pengembangan melalui program bantuan bibit dan peremajaan tanaman.

Tahun ini, bantuan dari pemerintah pusat mencapai 500 hektare untuk penanaman baru kopi arabika dengan total sekitar 500.000 bibit.

“Animo masyarakat untuk menanam kopi cukup tinggi. Ini kami dukung dengan bantuan bibit dan perluasan lahan tanam,” tambahnya.

Sumarno menyebut, harga kopi di tingkat petani saat ini relatif stabil. Kopi robusta basah di kisaran Rp13.000 per kilogram.

Sedangkan green bean robusta berkisar Rp65.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Adapun kopi arabika kualitas A dapat mencapai Rp165.000 per kilogram.

"Kami berharap sektor kopi tetap menjadi salah satu komoditas unggulan Temanggung meski menghadapi tantangan cuaca," harapnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#produksi kopi temanggung menurun #panen kopi #terdampak cuaca #green bean #petik merah