RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung mengimbau petani tembakau untuk mempercepat masa tanam. Sebagai langkah antisipasi dampak El Nino yang diprediksi berlangsung lebih panjang.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan (Hortibun) DKPPP Temanggung, Sumarno, mengatakan, kondisi cuaca tahun ini berpotensi lebih kering. Sehingga ketersediaan air menjadi perhatian utama.
“Informasi cuaca menunjukkan El Nino akan cukup panjang. Maka kami harapkan penanaman bisa dilakukan lebih awal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masa tanam ideal diperkirakan berlangsung antara Februari hingga April. Yakni dengan batas akhir pada Mei.
Baca Juga: Kebijakan Cukai Rokok 2026 Dinilai Jadi Peluang Pemulihan Ekonomi Daerah Sentra Tembakau
Percepatan ini penting agar tanaman tembakau tetap mendapatkan kecukupan air. Terutama pada fase awal pertumbuhan.
Untuk tahun ini, luas tanam tembakau di Temanggung diperkirakan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Yakni berkisar sekitar 13.000 hingga 13.600 hektare.
“Prediksi kami masih di kisaran itu untuk luas tanam tembakau tahun ini,” katanya.
Selain percepatan tanam, petani juga diminta melakukan berbagai langkah mitigasi. Seperti memanfaatkan sumber-sumber air yang tersedia, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan irigasi.
Menurut Sumarno, daerah persawahan dengan akses irigasi relatif aman. Namun, wilayah dataran atas yang mengandalkan tadah hujan perlu lebih waspada terhadap potensi kekeringan.
“Untuk daerah atas yang minim air, petani diharapkan bisa memanfaatkan sumber air yang ada atau menanam lebih awal sebelum kekeringan,” jelasnya.
DKPPP juga menekankan pentingnya kesiapan petani dalam menghadapi perubahan iklim, termasuk pengelolaan air dan penyesuaian pola tanam.
Dengan langkah antisipasi tersebut, diharapkan produktivitas tembakau Temanggung tetap terjaga meski di tengah ancaman musim kering yang lebih panjang akibat El Nino. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo