RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di Kabupaten Temanggung diwarnai puluhan aduan. Di antaranya mengenai kendala teknis dalam pelaksanaan.
Selama pelaksanaan TKA jenjang SMP pada 6 hingga 9 April 2026, terdapat 39 aduan masuk ke posko TKA Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung.
Ketua Posko Aduan TKA, Isro Hendrar Saputra, menyebut, aduan paling banyak terjadi di hari pertama dan kedua masing-masing ada 16 laporan.
Menurutnya, sebagian besar aduan berkaitan dengan kendala teknis. Yakni seperti gangguan server saat login, komputer logout, jaringan internet yang tidak stabil, hingga listrik padam di beberapa wilayah.
“Biasanya di hari pertama server pusat belum siap. Sehingga peserta kesulitan login. Selain itu juga ada gangguan jaringan dan listrik,” jelasnya di kantor posko Kamis (9/4/2026).
Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjut Hendrar, Dindikpora telah berkoordinasi dengan PLN. Supaya tidak melakukan pemadaman listrik selama pelaksanaan.
Baca Juga: Syarat Baru SNPMB 2026, Nilai TKA Wajib untuk Jalur SNBP
Pihaknya juga koordinasi dengan penyedia layanan internet guna menjaga kualitas jaringan di sekolah. Selain itu, sekolah diminta menyiapkan sumber listrik cadangan seperti genset untuk menghindari gangguan saat ujian berlangsung.
Isro menjelaskan, TKA jenjang SMP di Temanggung diikuti 9.320 siswa kelas 9 yang tersebar di puluhan sekolah. Kemudian untuk TKA SD akan diikuti 8.182 siswa mulai 20 April.
"Pelaksanaan ini dilaksanakan dalam beberapa gelombang. Karena menyesuaikan ketersediaan fasilitas (komputer) di masing-masing sekolah," jelasnya.
Meski diwarnai berbagai kendala, pelaksanaan TKA jenjang SMP di Kabupaten Temanggung tetap berjalan. Tes ini menjadi bagian penting dalam pemetaan kemampuan akademik siswa.
Sementara Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengatakan, TKA dapat menjadi tolok ukur kualitas pendidikan sekaligus bahan evaluasi kinerja di lapangan.
“TKA ini bukan hanya tes, tapi juga alat untuk melihat sejauh mana kualitas pendidikan kita,” ujarnya saat meninjau posko.
Agus menambahkan, hasil TKA akan digunakan sebagai salah satu komponen penilaian dalam seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Hal itu melalui jalur prestasi, khususnya dari nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo