Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Dukung Pelestarian Kesenian, Pemkab Temanggung Salurkan Dana Hibah Rp 6,9 Miliar

Devi Khofifatur Rizqi • Minggu, 5 April 2026 | 20:27 WIB
Pelaku seni saat pentas di wilayah Kabupaten Temanggung. Kelompok kesenian mendapatkan dana hibah untuk mendukung pelestarian seni budaya. (Istimewa)
Pelaku seni saat pentas di wilayah Kabupaten Temanggung. Kelompok kesenian mendapatkan dana hibah untuk mendukung pelestarian seni budaya. (Istimewa)

RADARMAGELANG.ID, Temanggung -Pemerintah Kabupaten Temanggung mengalokasikan anggaran hibah Rp6,9 miliar, untuk mendukung ratusan kelompok kesenian dan kebudayaan pada 2026.

Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat pelestarian sekaligus pengembangan budaya lokal.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Temanggung, Supriyanto, mengatakan, tahun ini ada 196 kelompok yang menerima bantuan tersebut.

Jumlah itu merupakan bagian dari ribuan kelompok kesenian yang ada di Temanggung.

“Tahun ini alokasinya Rp6,9 miliar untuk 196 kelompok kesenian dan kebudayaan,” ujarnya Minggu (5/4/2026).

Supriyanto menjelaskan, bantuan yang diberikan bervariasi. Tergantung kebutuhan dan proposal yang diajukan masing-masing kelompok. Nilainya berkisar mulai Rp10 juta hingga Rp75 juta.

Baca Juga: Disparpora Kabupaten Magelang Hidupkan Eksistensi Kesenian Khas Magelang Lewat Program Art Culture Performance

“Penggunaannya untuk mendukung kegiatan kesenian. Seperti pembelian alat kesenian, seragam, dan kebutuhan lain sesuai proposal,” jelasnya.

Menurutnya, mekanisme bantuan bersifat selektif. Berdasarkan pengajuan proposal yang sudah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Tahun ini merupakan tahap realisasi dari pengajuan tersebut.

“Yang menerima ini adalah kelompok yang mengajukan proposal tahun lalu dan sudah masuk dalam daftar nominatif. Sekarang masih proses validasi,” katanya.

Supriyanto menambahkan, bantuan ini juga diarahkan agar memberi dampak ekonomi lokal.

Kelompok penerima didorong untuk membeli kebutuhan kesenian dari pengrajin di Temanggung.

“Kalau ada perajin di Temanggung, kami harapkan belanjanya di lokal. Supaya perputaran uangnya juga kembali ke masyarakat Temanggung,” imbuhnya.

Kendati demikian, Supriyanto mengakui tidak semua kebutuhan bisa dipenuhi dari dalam daerah. Terutama untuk alat tertentu seperti gamelan perunggu yang masih banyak diproduksi di luar daerah.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Dinbudpar akan melakukan monitoring dan evaluasi.

Setiap kelompok penerima diwajibkan menyampaikan laporan pertanggungjawaban (SPJ) atas penggunaan dana. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#dana hibah kesenian #dinbudpar temanggung #supriyanto