Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Tren PMI Asal Temanggung Meningkat, Jepang dan Taiwan Jadi Tujuan Favorit

Devi Khofifatur Rizqi • Senin, 30 Maret 2026 | 16:33 WIB
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Temanggung, Sri Endang Praptaningsih. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Temanggung, Sri Endang Praptaningsih. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)

RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Keterbatasan lapangan pekerjaan di daerah mendorong ratusan warga Kabupaten Temanggung memilih bekerja ke luar negeri sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Tercatat, sejak Januari hingga Maret 2026 sebanyak 114 warga bekerja ke luar negeri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Temanggung, Sri Endang Praptaningsih, menyebut, dari jumlah 114 orang yang menjadi PMI, didominasi pekerja perempuan.

“Dari total 114 PMI, terdiri dari 44 laki-laki dan 70 perempuan,” ujarnya Senin (30/3/2026).

Negara tujuan terbanyak saat ini, lanjut Endang, adalah Jepang dan Taiwan. Masing-masing sebanyak 21 orang.

Disusul Turki dan Malaysia sebanyak 16 orang, Hongkong 13 orang, serta Singapura 11 orang.

Selain itu, terdapat pula penempatan di sejumlah negara lain seperti Brunei Darussalam dan Korea Selatan masing-masing empat orang.

 Disusul Kroasia dan Slovakia dua orang, serta masing-masing satu orang di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Republik Ceko, dan Jerman.

Menurut Endang, tren pekerja migran dari Temanggung cenderung meningkat setiap tahun.

Baca Juga: THR Dibayarkan Maksimal Seminggu Sebelum Hari Raya, Dinperinaker Temanggung Pantau Perusahaan

Hal ini dipengaruhi terbatasnya lapangan pekerjaan di daerah serta daya tarik informasi di media sosial terkait peluang kerja di luar negeri.

“Kesempatan kerja di Temanggung masih terbatas. Sementara informasi di media sosial cukup menarik minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri,” jelasnya.

Dikatakan, sebagian besar PMI bekerja di sektor manufaktur, asisten rumah tangga (ART), perawatan lansia, hingga perkebunan.

Selain itu, cukup banyak warga Temanggung yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK), meski datanya tercatat di Kementerian Perhubungan.

"Memang cukup banyak yang belerja sebagai ABK. Tapi untuk datanya tercatat di Kemenhub," kata Endang.

Sementara itu, data tahun 2025 menunjukkan penempatan PMI tertinggi berada di Hong Kong sebanyak 152 orang.

Diikuti Turki 146 orang, Taiwan 95 orang, Jepang 94 orang, dan Malaysia 64 orang. Negara tujuan lainnya meliputi Korea Selatan 48 orang, Singapura 47 orang, serta Brunei Darussalam 10 orang.

Endang menegaskan, seluruh PMI yang memiliki KTP Temanggung tetap terdata.

Meskipun proses keberangkatan dilakukan melalui lembaga pelatihan kerja (LPK) di luar daerah, karena pendataan berbasis nomor induk kependudukan (NIK).

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Temanggung terus melakukan sosialisasi ke desa-desa untuk mencegah praktik pekerja migran ilegal.

 Terutama mengenai maraknya calo yang menawarkan iming-iming gaji tinggi tanpa didukung keterampilan memadai.

“Kami rutin melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran yang tidak jelas, karena risikonya cukup besar,” tegasnya.

Endang berharap, masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri dapat melalui jalur resmi.

devi khofSelain itu membekali diri dengan keterampilan. "Sehingga mereka yang menjadi PMI dapat bekerja secara aman dan meningkatkan kesejahteraan," tambah Endang. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#pekerja migran Indonesia (PMI) #Dinperinaker #sri endang praptaningsih