Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Tradisi Mepe Jaran Kepang di Temanggung, Rangkul Ribuan Pecinta Seni

Devi Khofifatur Rizqi • Minggu, 29 Maret 2026 | 21:15 WIB
Jaran kepang dipepe alias dijemur sebagai prosesi penyucian sebelum ditampilkan pada Minggu (29/3/2026) di langan Desa Ketitang, Jumo, Kabupaten Temanggung. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)
Jaran kepang dipepe alias dijemur sebagai prosesi penyucian sebelum ditampilkan pada Minggu (29/3/2026) di lapangan Desa Ketitang, Jumo, Kabupaten Temanggung. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)

 RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Para pegiat dan pelaku seni tradisional jaran kepang menggelar kegiatan bertajuk Mepe Jaran Kepang, di lapangan Desa Ketitang, Jumo.

Kegiatan ini diinisiasi oleh komunitas pecinta jaran kepang dari Temanggung. Sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan pelestarian budaya dari beberapa daerah.

Seniman jaran kepang asal Temanggung, Supri Wanto, mengatakan, salah satu agenda utama dalam kegiatan Pagelaran Seni Kerakyatan Temanggung "Nadi Tradisi" adalah ritual "mepe jaran kepang" atau menjemur kuda lumping.

Peserta acara ini tidak hanya para pelaku seni. Tetapi juga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan dan kecintaan terhadap kesenian tradisional.

Baca Juga: 4 Kesenian Tradisional Asal Temanggung yang Menarik untuk Diketahui, Dari Thethek Bengek hingga Jaran Kepang

"Ini adalah kopdar jaran kepang. Tidak hanya pelaku seni, tapi juga mereka yang memang senang dengan jaran kepang," katanya Minggu (29/3/2026).

Wanto menjelaskan, tradisi mepe jaran kepang telah dilakukan lima kali pelaksanaan. Dari kegiatan tersebut, muncul inspirasi bagi daerah lain untuk mengadakan kegiatan serupa.

"Alhamdulillah, berkat kegiatan ini, teman-teman dari luar kota mulai terinspirasi. Di luar Temanggung seperti Magelang, Semarang, bahkan Boyolali, sudah mulai ada kegiatan serupa," katanya.

Dalam tradisi jaran kepang, sebelum dimainkan, terdapat ritual penting yang disebut jamasan. Yakni  proses penyucian properti jaran kepang. Setelah melalui jamasan, barulah jaran kepang dijemur atau dipepe sebagai bagian dari rangkaian tradisi.

Pada kegiatan kali ini, jumlah peserta yang mendaftar  1.000 orang. Mereka datang dari berbagai daerah, seperti Demak, Banjarnegara, Wonosobo, dan sejumlah wilayah lainnya di luar Temanggung.

"Jadi ini menunjukkan bahwa jaran kepang tidak hanya menjadi kesenian lokal. Tapi telah berkembang menjadi bagian dari identitas budaya yang mampu menyatukan berbagai kalangan dan daerah," jelas Wanto.

Wanto berharap, melalui kegiatan ini seni jaran kepang dapat terus lestari. Sehingga semakin dikenal oleh generasi muda di seluruh Indonesia. "Semoga semakin lestari. Lalu anak muda juga ikut bangga dengan kesenian tradisional ini," tambah Wanto. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Tradisi mepe jaran kepang #komunitas kesenian #jaran kepang #Jumo