Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Volume Sampah TPA Sanggrahan 120 Ton per Hari, Sampah Organik Mendominasi

Devi Khofifatur Rizqi • Kamis, 12 Maret 2026 | 19:29 WIB

Petugas sedang mencacah sampah rumah tangga di TPS3R.
Petugas sedang mencacah sampah rumah tangga di TPS3R.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Permasalahan sampah di daerah tak ada habisnya. Di Kabupaten Temanggung, komposisi sampah didominasi limbah organik berupa sisa makanan, ranting, dan daun. 

Meski mudah terurai, tingginya volume sampah tetap menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan di daerah tersebut.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Temanggung, Dwi Sukarmei, mengatakan sekitar 47 persen sampah di Temanggung berasal dari sisa makanan, kayu, daun, dan bahan organik lainnya.

“Yang paling banyak memang sisa makanan, ranting, dan daun yang mencapai sekitar 47 persen,” katanya saat ditemui Kamis (12/3/2026).

Dikatakan, sampah plastik menjadi penyumbang terbesar kedua dengan persentase sekitar 20 persen. Jenis sampah ini dinilai paling berbahaya karena tidak mudah terurai di alam.

Dwi mengatakan, sampah plastik dapat bertahan sangat lama di lingkungan. Bahkan, plastik yang dibuang puluhan tahun lalu masih dapat ditemukan dalam kondisi yang belum terurai.

“Ini yang menjadi perhatian karena plastik tidak mudah terurai dan bisa mencemari lingkungan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, komposisi sampah lainnya terdiri dari kain, kaca, dan tisu sekitar 18 persen, serta kertas atau karton sekitar 8 persen. Sisanya berasal dari logam dan jenis sampah lainnya.

Dwi menjelaskan, sebagian besar sampah sebenarnya masih dapat dimanfaatkan kembali jika dikelola dengan baik.

Sampah organik bisa diolah menjadi kompos. Sedangkan kertas dan kardus, dapat didaur ulang atau dimanfaatkan melalui bank sampah.

Karena itu, Pemkab Temanggung terus mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah tangga. Lebih bagus, jika sampah di lingkungan masyarakat juga berakhir di TPS3R.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Terlebih, volume sampah yang masuk ke TPA Sanggrahan mencapai sekitar 120 ton per hari pada 2025. Jumlah tersebut berpotensi meningkat pada momen tertentu seperti menjelang Idul Fitri maupun akhir tahun. 

"Kami juga berupaya lewat pengusulan pembangunan TPST Sanggrahan. Semoga bisa segera terealisasi. Agar pengelolaan sampah di Temanggung bisa lebih baik," tandas Dwi. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#sisa makanan #sampah organik #DPRKPLH Temanggung #TPA Sanggrahan #Dwi Sukarmei #volume sampah