RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pemerintah Kabupaten Temanggung memaparkan capaian kinerja pembangunan tahun 2025. Hal itu disampaikan dalam rapat paripurna DPRD dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Temanggung Tahun Anggaran 2025.
Bupati Temanggung Agus Setyawan menyebut, selama 2025, sejumlah sektor pembangunan diklaim berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
Menurutnya, penyampaian LKPJ merupakan kewajiban kepala daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta aturan turunannya.
“LKPJ ini disusun untuk memberikan gambaran pelaksanaan program pembangunan dan pengelolaan APBD selama tahun 2025. Ini sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah,” katanya, Rabu (11/3).
Dalam paparannya, Agus mengatakan, sejumlah sektor menunjukkan capaian kinerja yang tinggi. Di bidang kesehatan, capaian kinerja mencapai 99,27 persen. Sementara bidang pendidikan mencatat rata-rata capaian 95,90 persen.
Di sektor sosial, capaian program bahkan melampaui target. Persentase penanganan dan rehabilitasi sosial penyandang masalah kesejahteraan sosial (PPKS) terealisasi 91,44 persen dari target 84,06 persen.
Selain itu, sejumlah bidang juga mencatat capaian maksimal hingga 100 persen. Di antaranya administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, pemberdayaan masyarakat dan desa, kebudayaan, perpustakaan, serta kearsipan.
Pada sektor perumahan rakyat dan kawasan permukiman, capaian kinerja juga mencapai 100 persen. Program tersebut mencakup pembangunan 37 unit rumah layak huni, pembangunan empat unit TPS 3R, serta 517 unit sistem pengelolaan air limbah domestik.
Di bidang investasi, realisasi penanaman modal juga melampaui target. Sepanjang 2025, investasi di Kabupaten Temanggung mencapai Rp2,159 triliun dari target Rp2,150 triliun.
Mengenai kinerja pengelolaan keuangan daerah, lanjut Agus, pendapatan daerah tahun 2025 ditargetkan sebesar Rp2,094 triliun dan terealisasi Rp2,051 triliun atau sekitar 97,95 persen.
Sementara belanja daerah yang dianggarkan sebesar Rp2,128 triliun terealisasi sebesar Rp1,962 triliun atau sekitar 92,17 persen. "Berbagai capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak dalam membangun Kabupaten Temanggung,” tambah Agus.
Sementara Ketua DPRD Temanggung Yunianto mangatakan, laporan yang disampaikan bupati akan menjadi bahan evaluasi bagi DPRD. Yakni dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“LKPJ ini bukan hanya laporan tahunan, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk melihat capaian sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan publik ke depan,” ujarnya.
DPRD akan memberikan masukan serta rekomendasi kepada pemerintah daerah guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pembangunan daerah di Kabupaten Temanggung.
"Kami berharap, pemerintah daerah terus mengoptimalkan potensi yang ada serta melakukan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Temanggung,” harap Yunianto. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo