RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Jalan baru yang menghubungkan Desa Ngadisepi-Kemiriombo, dengan Desa Gemawang, Kecamatan Gemawang kini mulai bisa dilalui warga.
Meski kondisinya masih berupa pasir batu (sirtu), keberadaan jalan tersebut dinilai sangat membantu mobilitas masyarakat setempat .
Sebelumnya, jalan penghubung tersebut longsor pada awal Januari 2026. Selanjutnya, Pemkab Temanggung membangun trase jalan baru sebagai jalur alternatif bagi warga.
Salah satu warga Dusun Seseh, Desa Ngadisepi, Ariyudi, 50, mengaku, sebelum ada jalan baru tersebut, warga harus memutar cukup jauh jika hendak menuju wilayah lain.
Jaraknya sekitar 15 kilometer jika ingin ke Pasar Gemawang maupun ke kantor pemerintah kecamatan.
“Kalau dulu harus muter sampai sekitar 15 kilometer. Lewat Dusun Libak, Sumur, Ngadisepi, Welahan, Kalipahing sampai Kalibanger, terus Plikuran juga. Jauh sekali,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).
Bagi Ariyudi, jarak yang jauh membuat biaya transportasi menjadi lebih mahal. Terutama bagi warga yang bekerja mengirim barang atau hasil usaha ke pasar, seperti dirinya.
“Kalau kirim barang kan tambah biaya. Sekali angkut bisa nambah sekitar Rp100 ribu. Jadi dengan jalan baru ini sangat membantu, karena ini satu-satunya jalur yang menghubungkan Ngadisepi dengan Kemiriombo menuju jalan utama Gemawang," katanya.
Ia menambahkan, jalan tersebut baru bisa dilalui dalam beberapa hari terakhir. Meski begitu, saat hujan kondisi jalan menjadi licin karena masih berupa tanah dan sirtu.
Keberadaan jalan ini juga membantu aktivitas pendidikan warga. Terlebih, sebelumnya, anak-anak sekolah harus dijemput menggunakan kendaraan BPBD Temanggung karena kondisi jalan sulit dilalui.
“Dulu anak-anak sekolah dijemput mobil. Lalu, ada bantuan dari pemerintah untuk jemputan gratis. Kalau yang SD dan MI kan belum bisa naik motor sendiri,” ungkap Ariyudi.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Marin, 45. Ia menilai jalan baru tersebut sangat membantu warga meski kondisinya masih perlu peningkatan.
Terlebih, Marin kerap melewati jalan yang sebelumnya terputus akibat longsor, untuk menemui orang tuanya di Desa Gemawang.
“Ini membantu sekali. Tapi kalau bisa ditingkatkan lebih bagus lagi. Soalnya kalau hujan masih licin, kasihan anak-anak sekolah,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Temanggung, Khamim Gunardi, mengatakan, pembangunan jalan darurat tersebut telah selesai dikerjakan pada awal Maret 2026.
Khamim menyebut, panjang jalan yang ditangani sementara sekitar 450 meter dengan lebar antara 2,5 hingga 3 meter. Sebelumnya jalur tersebut hanya berupa trase yang baru dibuka.
“Awalnya hanya trase yang baru dibuka. Kemudian kami timbun dengan sirtu supaya lebih nyaman dilalui kendaraan,” katanya.
Menurut Khamim, kendaraan roda empat sudah mulai bisa melintas di jalur tersebut. Terutama untuk mendukung aktivitas warga menuju pasar.
Selain pembangunan jalan, sebelumnya juga telah dibangun jembatan di jalur tersebut setelah akses lama terdampak longsor pada 2022 silam.
Pemkab Temanggung berencana melakukan pengamanan di bagian mahkota longsor bersama dinas terkait. Agar tidak kembali terdampak air hujan yang dapat memicu pergerakan tanah.
"Kalau penanganan selanjutnya, akan dilakukan dengan pemasangan pelindung khusus, agar air tidak langsung meresap ke area rawan longsor," tambah Khamim. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo