Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Ramadan, Penerima Manfaat Sentra Kartini Sibuk Produksi Kue 10 Toples per Hari

Devi Khofifatur Rizqi • Selasa, 3 Maret 2026 | 23:01 WIB

Penerima manfaat terampil membuat kue lebaran di Instalasi Produksi Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Selasa (3/3).
Penerima manfaat terampil membuat kue lebaran di Instalasi Produksi Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Selasa (3/3).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Suasana dapur pelatihan di Instalasi Produksi Sentra Terpadu Kartini Temanggung, tampak lebih sibuk dari biasanya selama Ramadan.

Di sana, ada aktivitas delapan penerima manfaat (PM) program residensial vokasional Boga. Mereka memanfaatkan momen jelang Idulfitri dengan memproduksi aneka kue kering lebaran.

Dalam sehari, produksinya mencapai 8 hingga 10 toples kue kering. Dengan dua varian berbeda. Hasil produksi tersebut tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga dipasarkan.

Selanjutnya, sebagian keuntungan penjualan ditabung untuk bekal para PM, setelah lulus dari sentra.

Instruktur Boga Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Della Febriola, menjelaskan seluruh proses dimulai dari pemberian resep standar yang telah disiapkan kepada PM.

“Saya sediakan resep. Lalu teman-teman PM menyiapkan bahan dan alat sesuai standar. Mereka juga sudah memahami resep yang diberikan, jadi tinggal praktik,” jelasnya, Selasa (3/3/2026).

Menurut Della, pelatihan ini merupakan bagian dari pembelajaran vokasional Boga bagi penerima manfaat residensial.

Momentum Ramadan, dimanfaatkan untuk praktik membuat kue lebaran yang memiliki nilai jual.

“Setelah dijual, sebagian uangnya masuk tabungan PM. Jadi saat mereka lulus atau disalurkan, mereka sudah punya tabungan,” ujarnya.

Jenis kue yang diproduksi antara lain nastar, kastengel, palm cheese cookies, dan sagu keju. Dalam sehari, dua jenis kue dibuat oleh PM. Itu menyesuaikan kemampuan dan waktu pelatihan.

“Di luar Ramadan, pembelajarannya lebih variatif. Ada roti, masakan Indonesia, sampai minuman. Tapi kalau ada pesanan khusus, kami juga bisa menyesuaikan,” tambahnya.

Saat ini terdapat delapan peserta dalam kelas Boga. Terdiri dari tujuh penerima manfaat intelektual dan satu dengan hambatan bicara. Mayoritas berasal dari wilayah Jawa Tengah.

Salah satu penerima manfaat, Amelia Putri Rosanti, mengaku senang mengikuti pelatihan boga ini.

Ia masuk ke Sentra Terpadu Kartini Temanggung sejak pertengahan Januari lalu. Dan terlibat langsung dalam proses pembuatan adonan hingga membentuk kue.

“Mulai dari menyiapkan tepung terigu, gula halus, susu, dan bahan lainnya, terus dimixer jadi adonan. Habis itu dibentuk jadi kue nastar, kastengel,” akunya.

Amelia mengaku, proses belajar terasa mudah. Karena dilakukan bertahap dan didampingi instruktur. Ia juga berencana mempraktikkan keterampilan tersebut di rumah.

“Bisa buat di rumah untuk keluarga. Pengen punya warung roti sendiri nanti,” ujar warga asal Jogjakarta itu dengan semangat. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#memproduksi #sentra terpadu kartini #kue lebaran #penerima manfaat