TEMANGGUNG - Pemerintah Kabupaten Temanggung terus mematangkan rencana pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Namun, rencana pemanfaatan lahan eks stasiun Temanggung di kawasan Gedung Juang 45, milik PT KAI di Kelurahan Banyuurip dipastikan belum bisa direalisasikan. Karena terkendala luasan tanah yang tidak memenuhi syarat teknis.
Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung, Tri Winarno, mengatakan lahan yang semula direncanakan untuk pembangunan KDMP berada di kawasan Gedung Juang 45, aset milik PT Kereta Api Indonesia.
Pemkab telah bersurat untuk mengajukan pemanfaatan lahan tersebut. Namun, hasil koordinasi menunjukkan luas lahan yang tersedia masih jauh dari ketentuan.
“Kalau bentuknya kotak hanya sekitar 400 meter persegi. Kalau bentuknya tidak kotak atau berbentuk L bisa sampai 560 meter persegi, tetapi tetap belum memenuhi syarat,” ujar Winarno, Senin (2/3/2026).
Berdasarkan regulasi dan kebutuhan operasional, KDMP memerlukan lahan sekitar 1.000 meter persegi.
Agar dapat berfungsi optimal, baik untuk bangunan utama, gudang, maupun fasilitas penunjang lainnya.
Dengan luasan yang ada saat ini, rencana pembangunan di Banyuurip otomatis belum dapat dilanjutkan.
“Dari sisi luasan tanah tidak memenuhi syarat. Maka kami akan berusaha mencari lokasi lain untuk KDMP. Semua perkembangan akan kami laporkan,” tegasnya.
Selain di Banyuurip, Pemkab Temanggung juga menjajaki sejumlah alternatif lokasi lain. Beberapa desa mengusulkan lahan milik pemerintah desa.
Sementara yang lainnya ada yang mengajukan permohonan pemanfaatan tanah milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Perhutani.
Winarno menyebut, wilayah Candiroto dan Bejen termasuk yang saat ini sedang dalam proses penjajakan izin.
Seluruh opsi masih dalam tahap komunikasi dan menunggu persetujuan dari instansi terkait.
“Kami ingin memastikan lokasi yang dipilih benar-benar memenuhi ketentuan, baik dari sisi luasan, legalitas, maupun kelayakan operasional,” jelasnya.
Winarno menargetkan, KDMP dapat menjadi pusat penguatan ekonomi desa dan kelurahan. Sehingga, pemilihan lokasi dinilai krusial agar program berjalan efektif dan berkelanjutan. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo