RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Karanggedong, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, masih diwarnai dinamika di lapangan.
Di lokasi tersebut, sejumlah warga mengklaim lahan yang akan digunakan sebagai sekolah rakyat, merupakan tanah peninggalan leluhur. Meski pemerintah daerah memastikan status lahan adalah milik resmi Pemkab.
Sekretaris Daerah (Sekda) Temanggung, Tri Winarno, mengatakan, secara hukum lahan seluas 5,23 hektare itu telah bersertifikat hak pakai atas nama pemerintah daerah.
“Secara sertifikat dan fakta hukum itu milik Pemda. Tapi memang ada sekitar 24 warga yang merasa memiliki karena menganggap itu tanah peninggalan,” katanya Senin (23/2/2026).
Winarno menjelaskan, sebelumnya lahan tersebut disewa masyarakat. Yakni untuk kegiatan pertanian seperti menanam jagung dan jambu, serta tanaman lainnya.
Namun, masa sewa telah berakhir pada 2023 dan tidak ada perpanjangan. “Karena tidak ada perpanjangan sewa, otomatis kembali sepenuhnya menjadi aset pemerintah daerah,” jelasnya.
Kendati demikian, Pemkab Temanggung tidak mengambil langkah konfrontatif. Pemda memilih mengedepankan pendekatan persuasif agar tercapai solusi bersama.
“Kami tetap melakukan pendekatan. Karena bagi kami, Sekolah Rakyat ini sangat penting sebagai investasi masa depan untuk anak-anak di Temanggung," ujar Winarno.
Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat. Itu ditujukan untuk memberikan akses pendidikan gratis berbasis asrama. Serta diperuntukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu desil 1-2 DTSEN.
Di Temanggung, program rintisan sudah berjalan sejak 2025 untuk jenjang SMA dengan 125 siswa. Ke depan, sekolah ini akan dikembangkan menjadi kompleks pendidikan lengkap mulai SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas hingga 1.000 siswa.
Seluruh siswa sepenuhnya akan tinggal di asrama. Siswa juga mendapatkan fasilitas pendidikan serta kebutuhan penunjang secara gratis.
Winarno menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
“Ini untuk masa depan Temanggung. Anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa mendapatkan pendidikan dan keterampilan yang layak,” tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo