Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Cuaca Ekstrem, Harga Cabai Kian Meroket : Banyak Petani Gagal Panen

Lis Retno Wibowo • Senin, 23 Februari 2026 | 11:03 WIB

Petani tengah memanen cabai. Sejak awal Ramadan harga cabai rawit merah naik.
Petani tengah memanen cabai. Sejak awal Ramadan harga cabai rawit merah naik.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung – Harga cabai rawit merah di Kabupaten Temanggung meroket. Terbaru, pada awal Ramadan harganya menembus Rp60.000 per kilogram.

Lonjakan harga cabai rawit merah tersebut dipicu menurunnya produksi, akibat cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir.

Curah hujan tinggi yang melanda sejumlah sentra pertanian cabai di Temanggung, membuat banyak tanaman terdampak penyakit dan gagal panen.

Kondisi ini menyebabkan pasokan cabai berkurang drastis. Sementara permintaan terus meningkat saat Ramadan.

Seperti diakui petani cabai asal Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Aslamiyah, 57. Ia mengatakan kenaikan harga terjadi secara bertahap selama tiga minggu terakhir.

“Awalnya Rp30.000 per kilogram, lalu naik Rp40.000, sempat sampai Rp77.000, dan sekarang sekitar Rp60.000 untuk kualitas bagus. Panen berkurang karena hujan terus, banyak cabai busuk,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Aslamiyah membeberkan, tingginya intensitas hujan membuat tanaman cabai rentan terserang penyakit. Terutama busuk akar dan patek.

Selain itu, genangan air di lahan juga memperparah kondisi tanaman. "Paling banyak penyakitnya ya akar busuk dan patek. Karena genangan air tinggi," bebernya.

Hal senada disampaikan petani asal Desa Wonotirto, Kecamatan Bulu, Bayu, 36. Ia menyebut, berkurangnya produksi menjadi faktor utama melonjaknya harga di tingkat petani.

“Permintaan banyak, apalagi Ramadan, tapi panennya justru sedikit. Otomatis harga naik. Kalau di petani sudah Rp60.000, di pasar bisa Rp70.000 sampai Rp90.000 per kilogram,” katanya.

Meski harga tinggi, ia mengaku petani belum tentu mendapat keuntungan maksimal. Itu karena jumlah panen menurun signifikan.

Bayu mengatakan, kenaikan harga cabai saat Ramadan, merupakan pola musiman yang hampir terjadi setiap tahun.

Biasanya harga akan turun setelah panen kembali normal. Namun, bisa kembali naik saat permintaan meningkat di pertengahan Ramadan.

Para petani berharap kondisi cuaca segera membaik agar produksi kembali normal dan harga cabai lebih stabil.

“Kalau cuaca sudah normal, tanaman bisa tumbuh baik dan hasil panen meningkat. Harapannya harga juga tidak terlalu fluktuatif,” tandasnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Harga Cabai Rawit Meroket #cuaca ekstrem #produksi menurun #curah hujan tinggi